Pelatihan implementasi dan aplikasi GIS

Geographic information system (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi - Genesisbengkulu.org.

Salah satu cara memerangi kelaparan

Aksi ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk memerangi kelaparan, upaya ini adalah langkah penting yang dihasilkan untuk meraih tujuan bersama - Genesisbengkulu.org.

Pembalakan hutan di wilayah konservasi

Aktivitas pembalakan hutan masih saja terus berlansung di Mukomuko, ironisnya pembalakan haram ini sekan dibiarkan - Genesisbengkulu.org.

Demo perusahaan tambang pasir besi

Tuntutan warga 4 Desa di Kecamatan Maje agar Pemkab Kaur segera mencabut izin operasional PT Selomoro Banyu Arto (SBA) terus diserukan - Genesisbengkulu.org.

Pesona alam yang indah dan mempesona

Selain air sungai yang jernih, di tempat itu juga banyak terdapat spesies ikan. Wisatawan bisa melakukan kegiatan menangkap ikan.

PT ABS Serobot Tanah Warga, Wabup : Wajib Ganti Rugi

PT ABS Serobot Tanah Warga, Wabup : Wajib Ganti Rugi

Rabu 20 juli 2016



PINO RAYA -  Wakil Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi SE MM membuktikan tekadnya untuk memperjuangkan hak-hak rakyat BS. Hal itu dibuktikannya dengan turun langsung ke lapangan, setelah adanya laporan masyarakat, bahwa tanah warga diserobot PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) anak perusahaan PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS).

Dari laporan warga sudah puluhan hektar tanah warga sudah diserobot bahkan sudah digusur oleh PT ABS dengan menggunakan alat berat. “Saya sudah cek langsung dan tanya warga, ternyata dari laporan warga, pihak PT ABS menggusur lahan warga tanpa musyawarah dan ganti rugi,” katanya usai mengecek langsung lokasi lahan yang sudah digusur warga di Desa Cinto Mandi, Pino Raya.
Menurut Gusnan, dari laporan sementara, dari 1600 hektar lahan yang sudah diberikan izin usaha perkebunan kepada PT ABS, ternyata sudah digarap sebanyak 400 hektar. Namun dari 400 hektar tersebut, ternyata lebih dari 20 hektar lahan warga yang digarap tanpa memberikan ganti rugi.
“Dalam waktu dekat, pihak PT ABS akan saya panggi, jika benar tanah itu milik warga, maka wajib ganti rugi sesuai dengan nilai tanah dan nilai tanam tumbuh diatas tanah tersebut, ” Tandas Gusnan.

Adapun Sapirin (42) salah satu warga pemilik lahan mengaku, tanah yang sudah diserobot PT ABS diantaranya ada miliknya seluas 3 hektar. Jika pihak PT ABS mau mengambilnya, dirinya siap melepas dengan harga Rp 150 juta, namun jika tidak mau dirinya tetap meminta ganti rugi tanaman sawit dan durian yang sudah dirobohkan.

Sementara itu, Kapolres BS, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf SH SIK mengaku siap memfasilitasi warga mendapatkan hak mereka. Oleh karena itu, dirinya mengimbau warga yang merasa lahannya diserobot PT ABS dapat segera melapor ke Polres BS. Sehingga pihaknya dapat memprosesnya secara hukum. Dengan begitu jelas siapa yang benar dan siapa yang salah.
(Bengkulu Ekspress)

Polisi uji laboratorium sungai tercemar limbah pabrik

Polisi uji laboratorium sungai tercemar limbah pabrik

Rabu, 13 Juli 2016
Mukomuko  - Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan melakukan uji laboratorium untuk mamastikan air sungai di Kecamatan Sungai Rumbai tercemar limbah pabrik pengolahan minyak mentah kelapa sawit.

"Kami baru mengecek ke pabrik dan mengambil sample air sungai yang diduga tercemar limbah. Selanjutnya sample air sungai tersebut diuji di laboratorium lingkungan hidup," kata Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Mukomuko AKBP Sigit Ali Ismanto, di Mukomuko, Selasa.
Kepolisian menyelidiki masalah itu setelah mendapat laporan dari anggota DPRD dan warga setempat yang menemukan ikan mati di sungai di wilayah tersebut. 

Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) setempat yang bertugas mengawasi lingkungan di daerah itu.
Ia menyatakan, saat ini pihaknya baru memasuki tahapan lidik belum sampai kepada penyidikan. Peningkatan status ke penyidikan setelah ada hasil pengujian sample air sungai tersebut.
Ia mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan ahlinya, yakni KLH untuk membantu dalam mengungkap dugaan pencemaran limbah pabrik kelapa sawit.

(Antara Bengkulu)

Warga 11 desa galang cap darah tolak tambang Bengkulu Tengah

Warga 11 desa galang cap darah tolak tambang Bengkulu Tengah

Kamis, 14 Juli 2016
Bengkulu  - Seribuan warga dari 11 desa di Kecamatan Merigi Sakti dan Merigi Kelindang Kabupaten Bengkulu Tengah menggalang tanda tangan cap darah sebagai penolakan terhadap aktivitas tambang batu bara di wilayah mereka.

Koordinator aksi, Nurdin saat dihubungi dari Bengkulu, Kamis mengatakan aksi cap berdarah itu akan dikirim ke Presiden Joko Widodo sebagai pernyataan warga bahwa pengrusakan lingkungan masih terjadi di daerah itu.

Penggalangan cap jempol berdarah itu dilakukan warga sejak Rabu (13/7) dan hingga saat ini lebih dari 1.000 orang sudah membubuhkan cap darahnya di kertas yang disiapkan panitia aksi.
Selain menggalang tanda tangan dan cap darah, masyarakat yang bergabung dalam Forum Masyarakat Rejang Gunung Bungkuk juga menggelar pengibaran bendera raksasa berukuran 10 x 20 meter di Desa Durian Lebar.

Penolakan warga terhadap aktivitas PT CBS, perusahaan tambang yang beroperasi dengan sistem bawah tanah atau "under ground" dikarenakan kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan.
Warga kata Nurdin, memberikan batas waktu hingga 20 Juli 2016 bagi pemerintah daerah untuk mencabut izin tambang tersebut. Jika tidak dipenuhi maka cap jempol darah itu akan dikirim ke Presiden Jokowi, sebagai bukti bahwa telah terjadi pengabaian oleh pemerintah daerah terhadap warga yang telah berjuang sampai berdarah-darah menuntut hak atas lingkungan yang baik.

Sementara Direktur Walhi Bengkulu, Beni Ardiansyah mengatakan tuntutan warga atas lingkungan yang baik seharusnya dijamin oleh negara.
"Oleh karena itu negara, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan berkewajiban untuk melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan," katanya.

(Antara Bengkulu)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More