Pelatihan implementasi dan aplikasi GIS

Geographic information system (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi - Genesisbengkulu.org.

Salah satu cara memerangi kelaparan

Aksi ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk memerangi kelaparan, upaya ini adalah langkah penting yang dihasilkan untuk meraih tujuan bersama - Genesisbengkulu.org.

Pembalakan hutan di wilayah konservasi

Aktivitas pembalakan hutan masih saja terus berlansung di Mukomuko, ironisnya pembalakan haram ini sekan dibiarkan - Genesisbengkulu.org.

Demo perusahaan tambang pasir besi

Tuntutan warga 4 Desa di Kecamatan Maje agar Pemkab Kaur segera mencabut izin operasional PT Selomoro Banyu Arto (SBA) terus diserukan - Genesisbengkulu.org.

Pesona alam yang indah dan mempesona

Selain air sungai yang jernih, di tempat itu juga banyak terdapat spesies ikan. Wisatawan bisa melakukan kegiatan menangkap ikan.

BKSDA: Minat lestarikan gajah sumatra tinggi


BKSDA: Minat lestarikan gajah sumatra tinggi
Rabu, 23 November 2016 15:29 WIB



Salah satu aktivitas di Pusat Konservasi Gajah Sumatra (PKG) Seblat di Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.









Bengkulu - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu Abu Bakar mengatakan bahwa minat beberapa pihak untuk melestarikan gajah sumatra (Elephas maximus Sumatranus) cukup tinggi yang ditandai dengan permohonan mendapatkan satwa langka itu.

"Ada banyak lembaga konservasi yang menghubungi kami yang intinya berminat mendapatkan gajah untuk keperluan konservasi," kata Abu Bakar di Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan hal itu terkait aksi sejumlah netizen yang menggalang suara, menolak pemindahan sejumlah gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) di Taman Wisata Alam Seblat ke salah satu lembaga konservasi di Denpasar, Bali. 
"Saya belum mengetahui ada surat dari lembaga konservasi di Bali yang ditujukan ke Kementerian LHK, tapi memang beberapa lembaga sering menghubungi kami, tidak hanya dari Bali tapi juga Lombok dan Jawa Timur," kata dia.
Pada dasarnya kata Abu, pihaknya menyambut baik upaya pihak lain mengkonservasi gajah Sumatera yang tujuannya tentu untuk kesejahteraan satwa yang lebih meningkat.
"Kalau perintah dari Jakarta menyuruh dipindahkan maka kami harus laksanakan, tapi kalau belum ada perintah berarti tetap di Seblat, " ujarnya.
Saat ini tambah dia terdapat 12 ekor gajah binaan di PLG Seblat yang menunjang pariwisata di TWA Seblat sekaligus mendukung patroli pengamanan kawasan hutan dari perambahan.
Sementara sejumlah netizen menggalang suara dengan tagar #stoppemindahangajahseblat dan #tolakpemindahangajahseblat sebagai penolakan terhadap pemindahan gajah Sumatera yang terdapat di PLG Seblat ke lembaga konservasi di luar Sumatera.

(Antara Bengkulu)

Perusahaan sawit bangun pembangkit biogas di Mukomuko

Perusahaan sawit bangun pembangkit biogas di Mukomuko
Kamis 1 september 2016
Mukomuko - Perusahaan perkebunan dan pengolahan minyak mentah kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tahun ini berencana membangun pembangkit listrik tenaga bio gas (PLTG) menggunakan bahan bakar cangkang kelapa sawit di wilayah setempat.

"PT Agro Muko yang ingin membangun pembangkit listrik biogas dengan kapasitas satu megawat," kata Kepala Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Kabupaten Mukomuko Asep Suherman, di Mukomuko, Kamis.

Ia mengatakan, saat ini mesin pembangkit biogas yang dibeli dari luar negeri masih dalam perjalan ke daerah itu. Kemungkinan sampai ke daerah itu sekitar dua bulan lagi.
"Kalau kapasitas mesin tersebut satu megawat, maka penambahannya sama besar dengan beban puncak pemakaian listrik di daerah itu sebesar sembilan megawat," ujarnya.

Karena, kata Asep, kapasitas beberapa mesin pembangkit listrik tenaga diesel yang disewa (rental) dan milik PLN di daerah itu hanya delapan megawat.
Ia menambahkan, selanjutnya mesin pembangkit biogas milik perusahaan sawit itu bergabung dengan mesin PLTD milik PLN.

(Antara Bengkulu)

Polisi Sita 2 Kubik Meranti

Polisi Sita 2 Kubik Meranti
Senin 29 agustus 2016

NAPAL PUTIH – Gaya lama pembalak dan pemilik kayu liar berasal dari hutan lindung (HL) sudah lebih dulu tercium polisi. Pukul 21.00 WIB Sabtu (27/8) malam, polisi mengamankan 2 kubik kayu jenis meranti merah di Sungai Napal Putih.
Kapolres BU AKBP. Andhika Vishnu, S.IK melalui 

Kapolsek Napal Putih Ipda. Todo Rio Tambunan S, SH menuturkan penangkapan berawal saat polisi mendapatkan informasi mengenai adanya kayu ilegal yang akan keluar dengan cara dihanyutkan. Setelah sekian lama menunggu, polisi melihat adanya kayu yang diikat menyerupai rakit hanyut di Sungai Napal Putih. Mendapati temuan itu, polisi menggiring kayu tersebut ke pinggir. “Setelah kita indikasikan kayu tersebut berasal dari hutan, kita amankan dan kita selidiki pemiliknya,” kata Kapolsek.

Modus menghanyutkan kayu ini sudah lama terjadi di wilayah hutan Napal Putih. Untuk  mengeluarkan kayu dari wilayah hutan, pembalak memang mengikat kayu menyerupai rakit dan menghanyutkannya di sungai. Biasanya, pemilik atau pemesan kayu tersebut sudah menunggu di pinggiran sungai.


Musim hujan di bagian hulu yang merupakan kawasan hutan dimanfaatkan pembalak untuk mengeluarkan kayu. Setelah ditebang, pembalak memotong kayu sesuai dengan ukuran dan menghanyutkannya ke aliran sungai.
(Harian Rakyat Bengkulu)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More