Pelatihan implementasi dan aplikasi GIS

Geographic information system (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi - Genesisbengkulu.org.

Salah satu cara memerangi kelaparan

Aksi ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk memerangi kelaparan, upaya ini adalah langkah penting yang dihasilkan untuk meraih tujuan bersama - Genesisbengkulu.org.

Pembalakan hutan di wilayah konservasi

Aktivitas pembalakan hutan masih saja terus berlansung di Mukomuko, ironisnya pembalakan haram ini sekan dibiarkan - Genesisbengkulu.org.

Demo perusahaan tambang pasir besi

Tuntutan warga 4 Desa di Kecamatan Maje agar Pemkab Kaur segera mencabut izin operasional PT Selomoro Banyu Arto (SBA) terus diserukan - Genesisbengkulu.org.

Pesona alam yang indah dan mempesona

Selain air sungai yang jernih, di tempat itu juga banyak terdapat spesies ikan. Wisatawan bisa melakukan kegiatan menangkap ikan.

Bengkulu Ambil Alih Pembukaan Jalan Dalam TNKS

Bengkulu Ambil Alih Pembukaan Jalan Dalam TNKS
Kamis, 25 Mei 2017 15:52 WIB
Mukomuko - Pemerintah Provinsi Bengkulu mengambil alih pembukaan jalan penghubung daerah itu dengan Kabupaten Kerinci, Jambi di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

"Pembukaan jalan dalam TNKS diambil alih oleh pemerintah provinsi. Selanjutnya pemprov yang mengusulkan pembukaan jalan kepada Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan," kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Mukomuko, Yusup, di Mukomuko, Rabu.
Dua kabupaten itu mengusulkan pembukaan jalan tersebut sebagai upaya untuk menjalin hubungan ekonomi sekaligus menjadi jalur evakuasi bagi warga Kabupaten Kerinci dari bencana gunung meletus dan bagi warga Kabupaten Mukomuko dari bencana tsunami.
Yusup mengatakan, setelah pemprov setempat mengambil alih pembukaan jalan dalam TNKS, selanjutnya pemprov yang mengusulkan pinjam pakai kawasan hutan untuk akses jalan kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Ia menyatakan, beberapa orang petugas instansi itu sudah melakukan survey di lokasi tersebut. di dalam lokasi tersebut sudah ada akses jalan masuk untuk sepeda motor.

Ia memperkirakan, jarak tempuh dari daerah itu ke Kabupaten Kerinci, Jambi melewati jalan tersebut sekitar 30 hingga 40 kilometer. 

Ia mengungkapkan, sejauh 12 kilometer dari daerah itu menuju lokasi kawasan hutan negara atau sebelum jalan memasuki kawasan TNKS, ada aktivitas PT Sifef Biodiversity Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang reboisasi kawasan hutan.

(Antara Bengkulu)

Warga Pagulir Hadang Truk Pengangkut Material Galian C

Warga Pagulir Hadang Truk Pengangkut Material Galian C
Selasa 23 mei 2017
KOTA BINTUHAN – Warga Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir) kemarin siang (22/5) sekitar pukul 14.00 WIB kembali turun ke jalan. Mereka memprotes kegiatan galian C yang dilakukan salah satu pengusaha di Pagulir. Padahal sebelumnya warga sudah mengingatkan dan menolak kegiatan tambang galian C di Pagulir.
Data terhimpun, siang itu ada empat truk milik pengusaha galian C masuk untuk mengambil batu. Warga yang melihat, langsung geram dan berkumpul menolak pengambilan batu. Siang itu, warga berkumpul di Desa Talang Jawi II, saat itu warga kompak menolak kegiatan galian C.
Warga memportal jalan dan menyetop kegiatan pengakutan batu yang dilakukan empat unit truk. Warga sempat bersitegang dengan pengusaha galian C, beruntung Intel Polres Kaur dan Polsek Kaur Utara cepat tiba ke lokasi. Sehingga keributan tidak terjadi siang itu.
“Kami tetap sepakat menolak kegiatan galian C dan sengaja turun ke jalan untuk menghadang truk. Kami minta truk menurunkan material batu, karena penutupan galian C di Pagulir merupakan harga mati,” tegas Mahar, salah satu warga Pagulir.
KBO Intelkam Polres Kaur Ipda Tomson dan Kapolsek Kaur Utara Iptu Pedi Setiawan yang turun ke lapangan langsung melakukan negosiasi dengan warga untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Apalagi sampai membakar truk yang sempat disandera warga Pagulir. Hasil mediasi tersebut pengusaha galian C mengalah, sehingga truk bisa dikeluarkan.
“Penghadangan truk oleh warga Pagulir ada, namun tidak sempat anarkis karena kita cepat negosiasi. Pengusaha mengalah sehingga truk bisa pulang. Warga sangat menolak kegiatan galian C di wilayah Pagulir,” terang Kapolres Kaur AKBP P Heru Kunpresetyo, S.IK melalui KBO Intelkam Ipda Tomson kemarin.

Aksi massa menolak galian C di Pagulir sudah berulang kali terjadi dalam waktu tiga bulan terakhir. Sampai kini belum ada putusan dari Pemprov Bengkulu menutup kegiatan tambang galian C di wilayah aliran Air Padang Guci tersebut.
(Harian Rakyat Bengkulu)

KPHP Tidak Jalan, Perambahan Marak

KPHP Tidak Jalan, Perambahan Marak
Rabu 17 mei 2017
MUKOMUKO – Pascaditariknya Kantor Kesatuan Pengendalian Hutan Produksi (KPHP) Model Mukomuko oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu, diduga perambahan Hutan Produksi Terbatas (HPT) kembali marak. Aksi perambahan HPT yang dilakukan oknum masyarakat dan perusahaan itu dipicu setelah fungsi KPHP pascamenginduk ke Pemerintah Provinsi Bengkulu hingga sekarang belum berjalan sebagaimana mestinya.

Aksi dugaan pembalakan liar (illegal logging) juga tidak dapat dihindari. Personel KPHP Mukomuko tidak dapat berbuat banyak. Status KPHP di Mukomuko hingga sekarang belum jelas. Kepala Tata Usaha (KTU) KPHP Model Mukomuko, M. Rizon, S.Hut, M.Si mengatakan begitu juga  dengan anggaran untuk kegiatan belum ada.
“Jangankan anggaran, status kami saja tidak jelas. jadi status kami di KPH saat ini hanya jadi staf biasa. Kami juga tidak dapat mengelak kalau banyak perambahan di HPT. Informasi ini juga kami dapat dari masyarakat dekat HPT. Tapi kami belum dapat berbuat banyak, karena status dan anggaran belum ada. Kalaupun kami ke lapangan, itu inisiatif bekerja suka rela,” kata Rizon.
Untuk menghindari dugaan perambahan HPT makin meluas, Rizon mendesak pemprov segera menetapkan status KPH di Mukomuko berikut pegawainya. Dengan status jelas, kegiatan pengawasan sekaligus menindak pelaku perambahan hutan ada yang bertanggungjawab.
“Kita sulit mau operasi. Terus dalam operasi juga, siapa yang akan bertanggungjawab? Kami berharap Pemprov segera menetapkan status KPH di Mukomuko,” demikian Rizon.

(Harian Rakyat Bengkulu)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More