Pelatihan implementasi dan aplikasi GIS

Geographic information system (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi - Genesisbengkulu.org.

Salah satu cara memerangi kelaparan

Aksi ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk memerangi kelaparan, upaya ini adalah langkah penting yang dihasilkan untuk meraih tujuan bersama - Genesisbengkulu.org.

Pembalakan hutan di wilayah konservasi

Aktivitas pembalakan hutan masih saja terus berlansung di Mukomuko, ironisnya pembalakan haram ini sekan dibiarkan - Genesisbengkulu.org.

Demo perusahaan tambang pasir besi

Tuntutan warga 4 Desa di Kecamatan Maje agar Pemkab Kaur segera mencabut izin operasional PT Selomoro Banyu Arto (SBA) terus diserukan - Genesisbengkulu.org.

Pesona alam yang indah dan mempesona

Selain air sungai yang jernih, di tempat itu juga banyak terdapat spesies ikan. Wisatawan bisa melakukan kegiatan menangkap ikan.

Masyarakat Mukomuko Diminta Laporkan Pabrik Cemari Udara

Masyarakat Mukomuko Diminta Laporkan Pabrik Cemari Udara
Jumat, 17 Februari 2017 00:24 WIB

Mukomuko - Pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, minta warga masyarakat setempat melaporkan pabrik kelapa sawit yang mencemari udara di daerah itu. "Kami minta warga tersebut membuat laporan tertulis. Jangan hanya lisan agar laporan itu ditindaklanjuti," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muomuko, Robin Linton, di Mukomuko, Kamis.

Ia mengatakan instansi itu sejak sebulan terakhir sudah menerima sejumlah laporan lisan dari masyarakat yang mengeluhkan bau busuk dan sesak napas akibat menghirup udara yang diduga berasal dari pabrik kelapa sawit.
"Kami butuh laporan tertulis sebagai dasar untuk laporan ke bupati. Selain itu kami punya perintah untuk melakukan pengujian kualitas udara di lokasi dekat pabrik kelapa sawit," ujar dia.

Ia menyebutkan, sejumlah masyarakat itu melaporkan dugaan pencemaran udara di pemukiman penduduk dekat pabrik PT Bumi Mentari Karya dan PT Daria Darma Pratama.

"Bau asap dari cerobong pabrik itu tidak hanya masuk pemukiman penduduk tetapi sepanjang Jalan Nasional di daerah itu," ujarnya.

(Antara Bengkulu)

KPHP Mukomuko Amankan Lima Kubik Kayu Ilegal

KPHP Mukomuko Amankan Lima Kubik Kayu Ilegal
Senin, 13 Februari 2017 16:19 WIB

Mukomuko - Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyatakan akan mengamankan sekitar lima kubik kayu diduga ilegal yang berasal dari kawasan hutan produksi terbatas Air Manjuto di daerah itu.

"Kami akan amankan kayu tersebut dalam waktu dekat ini. Tidak terlalu sulit untuk mengangkut kayu ilegal tersebut dari dan keluar dari hutan tersebut," kata Staf Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Mukomuko M. Rizon di Mukomuko, Senin. 

KPHP setempat menerima laporan dari PT Sifef Biodiversity Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang konservasi kawasan hutan lindung daerah itu yang telah menemukan sekitar lima kubik kayu yang diduga ilegal dalam kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Air Manjuto di daerah itu. 

Ia mengatakan, saat ini pihaknya bekerjasama dengan kepolisian sedang setempat sedang melakukan penyelidikan identitas pemilik sekitar lima kubik kayu ilegal tersebut. 

Menurutnya, fokus instansi dan polisi tidak hanya sebatas mengamankan kayu ilegal tersebut tetapi juga mengungkap pelaku Illegal Logging di daerah itu.
Sementara itu, ia menyatakan, pihaknya belum mau mempublikasikan masalah ini karena dikhawatirkan pemilik kayu tersebut melarikan diri.
"Kami ingin pemilik sekaligus pelaku Illegal Logging ini ditangkap," katanya.
(Antara Bengkulu)

KPHP Mukomuko Selidiki Identitas Pelaku Perambahan Hutan

KPHP Mukomuko Selidiki Identitas Pelaku Perambahan Hutan
Sabtu, 11 Februari 2017 20:35 WIB
Mukomuko - Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan akan menyelidiki identitas orang-orang yang melakukan perambahan kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Air Teramang di Kecamatan Ipuh. 

"Kami selidiki dulu identitas orang-orangnya. Siapa saja yang membuka lahan perkebunan kelapa sawit dengan cara merusak kawasan hutan tersebut," kata Koordinator Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Mukomuko, Jasmin Sinaga, didampi Staf KPHP M. Rizon, di Mukomuko, Sabtu.
KPHP setempat telah menindaklanjuti laporan masyarakat setempat terkait aktivitas perambahan hutan produksi terbatas Air Teramang di Kecamatan Ipuh. 
Berdasarkan laporan sementara yang diterima instansi itu, katanya, seluas sekitar 200 hektare lahan dalam kawasan hutan produksi terbatas Air Teramang di Kecamatan Ipuh yang dirusak untuk ditanami tanaman kelapa sawit.

Warga di Kecamatan Ipuh terutama warga Desa Sibak yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan itu menyebut lahan tersebut sebagai lahan seribu.
Ia mengatakan, instansinya menugaskan personel polisi kehutanan untuk mengukur lokasi tersebut menggunakan GPS untuk memastikan lokasi tersebut berada dalam atau diluar kawasan hutan negara di daerah itu.

Selain itu, katanya, mendata luas lahan dalam hutan lindung tersebut yang telah dibuka serta jenis tanaman yang ditanam dalam kawasan hutan lindung itu. 

"Kami ambil data terlebih dahulu. Sedangkan tindakan selanjutnya setelah diketahui lokasi tersebut masuk wilayah mana," ujarnya.

Ia menyatakan, pemerintah sampai sekarang belum melepaskan lahan yang berada dalam kawasan hutan lindung di lokasi tersebut.

(Antara Bengkulu)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More