Pelatihan implementasi dan aplikasi GIS

Geographic information system (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi - Genesisbengkulu.org.

Salah satu cara memerangi kelaparan

Aksi ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk memerangi kelaparan, upaya ini adalah langkah penting yang dihasilkan untuk meraih tujuan bersama - Genesisbengkulu.org.

Pembalakan hutan di wilayah konservasi

Aktivitas pembalakan hutan masih saja terus berlansung di Mukomuko, ironisnya pembalakan haram ini sekan dibiarkan - Genesisbengkulu.org.

Demo perusahaan tambang pasir besi

Tuntutan warga 4 Desa di Kecamatan Maje agar Pemkab Kaur segera mencabut izin operasional PT Selomoro Banyu Arto (SBA) terus diserukan - Genesisbengkulu.org.

Pesona alam yang indah dan mempesona

Selain air sungai yang jernih, di tempat itu juga banyak terdapat spesies ikan. Wisatawan bisa melakukan kegiatan menangkap ikan.

Tak Bayar Kewajiban Pemda Cabut 11 IUP

Mukomuko-Pemda Mukomuko akhirnya mencabut 11 izin usaha pertambangan ( IUP) batu bara .
Hal tersebut di sebabkan perusahaan pemilik izin tidak pernah menunaikan kewajibannya .
Kewajiban yang semestinya di bayarkan adalah jaminan kesungguhan yang di bayarkan ke kas daerah dan land rent yang di bayar ke kas negara  melalui Kementrian ESDM .
Pencabutan izin pertambangan ini sudah di sampaikan ke Kementrian ESDM,dinas ESDM provinsi,Gubernur Bengkulu,BAPPEDA Mukomuko.
Kepala Dinas pekerjaan Umum kabupaten Mukomuko Apriasyah,st,MT bersama Kabid ESDM mukomuko Bachtiar sofyan ,SH mengatakan keputusan itu juga sudah di kirim ke perusahaan pemilik IUP.
Berapa besaran jaminan kesungguhan  yang harus di bayarkan kita sudah minta DPPKAD untuk menghitungnya.
Sebab ada rumus untuk menghitungnya,sedankan untuk land rent di Kementrian ESDM yang menghitungnya kata Bachtiar sofyan,SH.
Adapun 11 pemilik IUP itu adalah :PT Trinamas Abadi ,1 IUP ,kemudian  Bukit Resources 2 IUP ,PT Ariya wisesa  1IUP,PT  Mukomuko mandiri  sejatera 2 IUP,Borneo subtan maining 1IUP, PT Arang penawai sejatera 2IUP ,PT Prakarsa nusa Bakti 1IUP dan PT Arson pasifik 1IUP.
Jumlah keseluruhan kawasan yang diberikan untuk IUP tersebut sebanyak 27 ribu hektar,setelah di berikan IUP,belum ada keinginan dari perusahan tersebut untuk meningkatkan status izin yang dimiliki.perusahaan juga belum membayarkan kewajiban yang harus mereka berikan.
Prosedur pencabutan sudah melalui tahapan teguran.kita sudah memberikan teguran sebanyak 3 kali yang dikeluarkan langsung oleh BUPATI Mukomuko namun tak di gubris .sehingga akhirnya kita cabut "katanya.
Dia menjelaskan,kewajiban yang terutang masih  tetap harus dibayarkanmoleh perusahaan tersebut.
Limit waktu untuk pembayaran seluruh kewajiban itu sudah diserahkan langsung Kementrian ESDM.
Akan di hitung kembali berapa jumlah kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan tersebut." Yang sudah terutangitu harus dibayarkan sebab itu sudah menjadi hak negara atas dikeluarkannya izin terhadap perusahaan yang hendak menambang batu bara itu" tutupnya( rakyat bengkulu 19 maret 2015)



Pejuang Pangan

Hari kamis tgl 19 feb 2015 tiem genesis menelusuri pedalaman kabupaten Kaur provinsi Bengkulu melihat langsung aktivitas masyarakat yang sedang bergotong royong pembuatan irigasi secara manual di dua desa Tanjung Baru dan Tanjung Alam Kecamatan Kinal Kab Kaur membuat sendiri bendungan dari susunan bambu diisi batu. "Bendungan ini buat secara manual dengan bergotong royong secara swadaya yang beranggotakan 33 orang ,setiap anggota perorang harus menyiapkan 24 batana bambu dengan harga / batang bambu rp 10.000 , kayu untuk tonggak sebanyak 150 batang / orang , satu batang tonggak 10.000 rupiah dan Rotan untuk pengikat sebanyak 40 batang yang panjangnya 5 m / batangnya 2000 rupiah, pengerjaannya selama 35 hari , dengan panjang 300-400 m di kerjakan kalau bertahan setahun saja sudah syukur, selama puluhan tahun baru sekali di bantu oleh pemda Kaur akhir 2014 lalu, batuan tersebut hanya kawat beronjong pemasangan dan pengisian oleh anggota kelompok tani di dua desa itu.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More