Pelatihan implementasi dan aplikasi GIS

Geographic information system (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi - Genesisbengkulu.org.

Salah satu cara memerangi kelaparan

Aksi ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk memerangi kelaparan, upaya ini adalah langkah penting yang dihasilkan untuk meraih tujuan bersama - Genesisbengkulu.org.

Pembalakan hutan di wilayah konservasi

Aktivitas pembalakan hutan masih saja terus berlansung di Mukomuko, ironisnya pembalakan haram ini sekan dibiarkan - Genesisbengkulu.org.

Demo perusahaan tambang pasir besi

Tuntutan warga 4 Desa di Kecamatan Maje agar Pemkab Kaur segera mencabut izin operasional PT Selomoro Banyu Arto (SBA) terus diserukan - Genesisbengkulu.org.

Pesona alam yang indah dan mempesona

Selain air sungai yang jernih, di tempat itu juga banyak terdapat spesies ikan. Wisatawan bisa melakukan kegiatan menangkap ikan.

Bengkulu usulkan 8.536 hektare pertahun sosial



Bengkulu usulkan 8.536 hektare pertahun sosial
4 may 2016
  
Bengkulu  - Kelompok tani hutan di tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu mengusulkan seluas 8.536 hektare kawasan hutan di wilayah itu sebagai calon perhutanan sosial dengan skema hutan desa, hutan kemasyarakatan dan pola kemitraan.
Koordinator Program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) dari Yayasan Genesis Bengkulu, Supintri Yohar, di Bengkulu, Selasa mengatakan areal tersebut akan dikelola warga enam desa yang melibatkan lebih 2.000 kepala keluarga petani.
Bengkulu (Antara) - Kelompok tani hutan di tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu mengusulkan seluas 8.536 hektare kawasan hutan di wilayah itu sebagai calon perhutanan sosial dengan skema hutan desa, hutan kemasyarakatan dan pola kemitraan.

Koordinator Program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) dari Yayasan Genesis Bengkulu, Supintri Yohar, di Bengkulu, Selasa mengatakan areal tersebut akan dikelola warga enam desa yang melibatkan lebih 2.000 kepala keluarga petani.
Sementara di Kabupaten Mukomuko dengan pola hutan kemitraan di Desa Lubuk Selandak seluas 1.429 hektare dan seluas 1.171 hektare di Desa SP4 Bukit Makmur.
"Pemetaan lokasi sudah selesai, pembentukan kelompok tani hutan dan lembaga pengelolaan hutan desa juga sudah tuntas, tinggal mengusulkan ke Gubernur dan Kesatuan Pengelolaan Hutan, katanya.
Program perhutanan sosial memberikan akses pengelolaan kawasan hutan seluas 12,7 juta hektare kepada masyarakat untuk membantu Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca, terutama dari sektor pengelolaan hutan dan lahan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Program ini dibangun Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Inggris dengan membentuk satu lembaga yakni "Multistakeholder Forestry Programme" (MFP)
(Antara Bengkulu)

Tiga Rumah Terendam



Tiga Rumah Terendam
Rabu 4 may 2016

ARGA MAKMUR Hujan deras sore hingga malam kemarin (3/5) menyebabkan banjir di dalam Kota Arga Makmur. Setidaknya 3 rumah di Desa Karang Ayar Anyar Arga Makmur terendam banjir. Rumah tersebut yakni kediaman Sekwan BU, TMS Barimansyah, SH, kediaman  Amiluddin dan Sabulillah.
Selain tiga rumah, jalan Desa Karang Anyar, jalan MS Batubara dan jalan Poros Kelurahan Gunung Alam juga terendam banjir sedalam 30 cm. Belum lagi kolam ikan milik warga yang juga jebol diterjang derasnya saluran air Sungai Nokan dan Sungai Kemumu.
Salah seorang pemilik kolam ikan, Agus, mengaku menderita kerugian sekitar Rp 6 juta akibat kolamnya yang jebol. Ikan nila dan mas siap panen dipastikan hilang. “Air sangat deras langsung dari irigasi, jadi bendungan kolam jebol dan seluruh air kolam keluar,” kata Agus.
Sementara Bariman menerangkan air masuk ke dalam rumahnya dari siring irigasi samping rumahnya yang meluap. Bukan hanya ke dalam rumah, air juga meluap ke badan jalan hingga sempat memacetkan lalu lintas. “Untungnya air tidak terlalu tinggi masuk ke dalam rumah dan memang sudah kami antisipasi dengan menyingkirkan barang elekronik,” jelas Bariman.
Kabid Kedaruratan BPBD BU, Sugeng Oswari mengatakan tidak ada laporan banjir di kediaman rumah warga. Banjir yang terjadi di beberapa titik diduga hanya lantaran meluapnya irigasi dan hanya terjadi di kediaman yang berdampingan langsung dengan irigasi.          
“Kita sudah cek beberapa titik rawan terutama di Kecamatan Batik Nau dan Ketahun, sejauh ini tidak ada laporan banjir,” pungkas Sugeng.
(Harian Rakyat Bengkulu)

Puluhan Kubik kayu Meranti Tak Bertuan Diamankan



Puluhan Kubik kayu Meranti Tak Bertuan Diamankan
Selasa 3 mai 2016


bengkulu – Ada 143 batang atau sekitar 22,4 kubik kayu jenis Meranti yang tak bertuan di Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko diamankan Kodim 0423 Bengkulu Utara. Diduga kayu meranti tersebut akan dibawa ke Pulau Jawa.
“Ratusan batang kayu ini kita temukan sudah dalam bentuk balok kaleng,” ujar Dandim 0423 Bengkulu Utara, Letkol Czi Syaiful Rachman, Selasa (03/05/2016).
Kayu jenis Meranti ini ditemukan atas dasar laporan masyarakat. Sebelumnya kayu tertumpuk di dua desa di Kecamatan Lubuk Pinang. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, tidak ditemukan pemilik kayu tersebut.
“Barang bukti akan dibawa ke Korem, baru selanjutnya kita serahkan ke pihak Polda. Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku memiliki kayu yang kita amankan,” tandasnya.
(Kupas Bengkulu)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More