Pelatihan implementasi dan aplikasi GIS

Geographic information system (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi - Genesisbengkulu.org.

Salah satu cara memerangi kelaparan

Aksi ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk memerangi kelaparan, upaya ini adalah langkah penting yang dihasilkan untuk meraih tujuan bersama - Genesisbengkulu.org.

Pembalakan hutan di wilayah konservasi

Aktivitas pembalakan hutan masih saja terus berlansung di Mukomuko, ironisnya pembalakan haram ini sekan dibiarkan - Genesisbengkulu.org.

Demo perusahaan tambang pasir besi

Tuntutan warga 4 Desa di Kecamatan Maje agar Pemkab Kaur segera mencabut izin operasional PT Selomoro Banyu Arto (SBA) terus diserukan - Genesisbengkulu.org.

Pesona alam yang indah dan mempesona

Selain air sungai yang jernih, di tempat itu juga banyak terdapat spesies ikan. Wisatawan bisa melakukan kegiatan menangkap ikan.

Genesis Bengkulu Lakukan Sosialisasi Pengelolahan Hutan Berbasis Masyarakat Kepada Gubernur Provinsi Bengkulu


presentasiCumaKita- hari ini, Jumat (28/08/2015) yayasan Genesis Bengkulu bersama-sama dengan MFP (Multi-Stakeholder Forestry Programme) melakukan sosialisasi tentang pengelolahan hutan berbasis masyarakat di tiga kabupten di provinsi Bengkulu yaitu Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Kaur dan kabupaten Bengkulu Selatan kepada gubernur, Hj. Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd beserta Kepala Dinas Kehutanan, Ir. Risman Sipayung.

Program Perluasan Wilayah Kelola Melalui Fasilitasi Pengelolahan Hutan Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Bentang Alam Bukit Barisan Provinsi Bengkulu merupakan implementasi dari Permenhut No P.37/Menhut-II dan Permenhut. No : p.88/Menhut-II/2014 Tentang Hutan Kemasyarakatan. Permenhut. No P.53/Menhut-II/2011 dan No : P.89/Menhut-II/2014 Tentang Hutan Desa, Surat Edaran Menhut No. SE.1/Menhut-II/2013 tentang putusan MK No 35-2012 Pengakuan Hutan Hak Adat, dan Permenhut No. P39/Menhut-II/2013 Tentang Pemberdayaan Masyarakat Setempat Melalui Kemitraan Kehutanan. Program pengelolahan hutan ini juga menyambut pernyataan dari Gubernur Bengkulu untuk mendukung percepatan distribusi lahan kelola ke petani dan masyarakat adat/lokal ditandai dengan penandatanganan “Deklarasi Mataram”.

gubernur

Melalui kagiatan sosialisasi ini gubernur menyambut baik program pengelolahan hutan yang akan dilaksanakan dalam jangka satu tahun kedepan. “Apapun yang bisa kita lakukan bagi masyarakat akan kita percepat untuk lakukan walaupun waktu saya hanya tinggal tiga bulan lagi” kata pak Junaidi. Dia juga mengatakan bahwa dia sudah menandatangani dua Surat Keputusan (SK) Hutan Kemasyarakatan di tiga desa di Kabupaten Lebong.

Ir. Risman Sipayung mengatakan “program ini sudah ada produk hukum nya yang mengatur, jadi memang harus dilaksanakan. kita juga selalu mendorong untuk kawan-kawan AMAN mendorong untuk pembuatan Perda tentang Hutan Adat tetapi sampai kini belum ada juga”.

Ada tiga rekomendasi yang diharapkan dari sosialisasi ini yaitu adanya Surat Keputusan atau Surat Edaran Gubernur tentang dukungan pemerintah kabupaten dalam fasilitasi kelompok masyrakat mendapatkan alokasi lahan kelola/akses terhadap kawasan hutan kabupatennya, dinas kehutanan ikut serta dalam penataan dan pemetaan wilayah hutan usulan masyarakat, dan dinas kehutanan memberikan rekomendasi terhadap wilayah yang dapat di fasilitasi oleh Genesis Bengkulu dan MFP.

Program yang disampaikan oleh Supin Yohar yaitu Koordinator program di Yayasan Genesis Bengkulu dalam sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat peran serta masyarakat lokal dalam inisiatif penyelamatan kawasan hutan yang masih tersisa yang akan memberikan manfaat ekonomi, ekologi dan sosial secara berkenjutan.

Genesis Adakan Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup Bagi Guru Se-Provinsi Bengkulu



PLHCumaKita, Yayasan Genesis Bengkulu mengadakan Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup bagi guru-guru se-provinsi Bengkulu. Pelatihan yang diadakan selama tiga hari ini, Jumat-Minggu (21-23 Agustus 2015) dilaksanakan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebelat dengan peserta berjumlah 20 orang.

Ada tiga materi yang diberikan pada pelatihan ini. Materi pertama bertemakan Metode pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) serta pemamfaatan Silabus dalam Pendidikan Lingkungan Hidup disampaikan oleh Hardi dari sekolah alam Mahira, kemudian materi ke dua disampaiakn oleh Ginggung Senoaji dengan tema Fungsi Lingkungan Hidup serta hubungannya dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Serta materi ketiga disampaikan oleh Drh. Erni Suyanti dengan tema Identifikasi dan mengenal satwa langka di Bengkulu serta deskripsi tentang keadan PLG saat ini.

“Pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman tentang apa yang menjadi tujuan dari pendidikan lingkungan hidup yang ada di dalam silabus Pendidikan Lingkungan Hidup. Silabus yang disusun oleh yayasan Genesis ini telah digunakan di 15 sekolah se provinsi Bengkulu dan guru-guru dari sekolah tersebutlah yang menjadi peserta” kata Barlian, direktur yayasan Genesis Bengkulu.

Antusias yang besar terlihat dari masing-masing peserta. hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait keadaan lingkungan saat ini dan berbagi cerita tentang keadaan siswa-siswi di sekolah mereka masing-masing.

Kegiatan ini dibuka oleh camat kecamatan Marga Sakti Sebelat, Al – Hakim, S.Sos M.Si. Dalam kata sambutannya dia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah awalan yang baik untuk menanamkan rasa mencintai lingkungan kepada anak, karena anak lah yang akan menjadi penerus untuk kedepan nantinya.( cumakita.com )


Siapa Gembong Sawit Bengkulu

11830079

Gambar : Genesis Bengkulu

Cumakita.COM: Gembong sawit merupakan istilah yang tepat bagi pemilik terbesar perusahaan sawit yang ada di suatu wilayah. Menjadi penguasa perkebunan sawit adalah impian semua pemilik perkebunan sawit. Provinsi Bengkulu menjadi salah satu target pembukaan serta perluasan perkebunan sawit. Hampir di sembilan kabupaten di Provinsi Bengkulu dikuasai oleh perkebunan skala besar.

Dari waktu ke waktu perluasan wilayah konsesi perkebunan semakin luas. Pemilik berlomba-lomba untuk memperbanyak jumlah luasan HGU dari tanah-tanah yang tersisa. Alhasil, Areal Peruntukan Lain (APL) habis, kawasan hutan diintip-intip. Bahkan tanpa harus memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan, kawasan dibersihkan (land clearing), kemudian ditanami lah dengan sawit. Perambahan pun terjadi.

Selain dari itu memperluas luasan tanam dengan sistem kemitraan juga menjadi tren saat ini. Sistem plasma yang dikemas dengan program Kebun Kas Desa (KKS), Kebun Masyarakat Desa (KMD), dan sistem plasma pribadi kepada masyarakat. Sehingga wajar saja perkebunan sawit yang ada saat ini semakin meluas. Tanpa perlu repot mengurus HGU, sistem kemitraan dengan pola plasma seperti ini pun di jalankan.

Menurut data yang dimiliki oleh yayasan Genesis Bengkulu ada sekitar 219.693 Ha perkebunan kelapa sawit yang mengepung Provinsi Bengkulu. 219.693 Ha itu berdasarkan data HGU yang ada, belum termasuk data luasan dengan sistem plasma atau luasan perkebunan yang masuk dalam kawasan hutan.

Provinsi Bengkulu di tunggangi oleh 24 perkebunan sawit skala besar. Luasan nya beragam. Mulai dari yang hanya ratusan hektar hingga puluhan ribu hektar. Dari data HGU yang dimiliki (yayasan Genesis Bengkulu) lima Perusahaan yang memiliki jumlah luasan HGU yang tebesar adalah PT. Agromuko (28.615 Ha), PT. Daria Dharma Pratama (13.920 Ha), PT. Alno (13.283 Ha), PT. Agri Andalas (10.677 Ha), dan PT. Mas Marandika (10.000 Ha).

Dari data tersebut dapat kita ketahui bahwa PT. Agromuko memiliki luasan HGU terbesar di Provinsi Bengkulu. Dengan total HGU seluas 28.615 Ha yang tersebar hampir diseluruh wilayah di Kabupaten Mukomuko. Dari sembilan izin HGU yang dimiliki, masa waktu habisnya HGU terlama adalah di tahun 2028. Seperti yang kita ketahui bahwa PT. Agromuko merupakan anak dari SIPEF Group. Selain luasan HGU yang tercatat, anak dari SIPEF Group ini memiliki luasan sekitar 1000 Ha yang berpola kemitraan dengan sistem plasma.

Bukan hanya perkebunan yang luas, PT. Agromuko juga memiliki dua buah pabrik CPO. Satu CPO terletak di dusun Baru, Kecamatan Air Dikit, dan yang satu nya lagi berada di Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya dengan kapasitas 30 dan 60 ton per jam nya. Terdapat tiga belas pabrik CPO yang telah berproduksi di Provinsi Bengkulu, namun hanya Agromuko lah yang memiliki dua buah pabrik CPO.
pabrik
Jika di persentase kan PT. Agromuko menguasai 13% dari luasan HGU 24 Perusahaan yang ada di provinsi Bengkulu. Persentase itu diluar plasma kemitraan yang dilakukan dengan masyarakat. Mencoba melihat ruang wilayah yang lebih besar lagi, PT. Agromuko menguasai 1,4% luasan wilayah provinsi Bengkulu.

Ke 24 perusahaan perkebunan tersebut tidak serta merta mengelolah sendiri hasil sawitnya. Mereka juga menjadi suplier dari grup-grup yang lebih besar lainnya. Dari 24 perusahaan yang ada di Provinsi Bengkulu, 18 perusahaan diantaranya adalah suplier dari perusahaan Wilmar Group. Termasuk PT. Agromuko. [US]

Tags 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More