Rehabilitasi Hutan Kritis

BENGKULU:  Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu akan merehabilitasi kawasan hutan dan lahan kritis seluas 5.350 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten. “Program ini dikelola Dirjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan untuk Bengkulu seluas 5.350 hektare,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu Risman Sipayung di Bengkulu, Rabu 29 Juni 2011.
Ia mengatakan rehabilitasi hutan dan lahan khususnya kawasan yang dirambah yang saat ini kondisinya amat kritis seperti kawasan hutan di Seblat Kabupaten Bengkulu Utara dan Taman Buru Semidang Bukit Kabu di Kabupaten Seluma.
Selain merehabilitasi ribuan hektare hutan, Kementerian Kehutanan juga mengalokasikan dana untuk 5.961 unit Kebun Bibit Rakyat (KBR) untuk kepentingan rehabilitasi atau penghijauan lahan. “Setiap kelompok dialokasikan sebanyak 50 ribu bibit sehingga kebutuhan bibit untuk penghijauan lahan selalu tersedia,” tambahnya. Bibit dari KBR akan ditanami di kawasan hutan yang sudah dirambah seperti Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Produksi dengan jenis pohon yang menghasilkan getah, minyak dan buah.
Menurut Risman, keinginan masyarakat untuk menanam tanaman hutan dan jenis tanaman serba guna sering dibatasi oleh ketidakmampuan mereka memperoleh bibit yang baik. “Akibatnya masyarakat cenderung menanam tanaman hutan menggunakan bibit asalan dan hasilnya juga mengecewakan,” katanya.
Dengan program KBR ini kesulitan tersebut diharapkan dapat teratasi sebab akan tersedia bibit tanaman hutan yang berkualitas dan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat terutama di perdesaan. Selain gencar melakukan rehabilitasi hutan dan lahan pemerintah juga terus menertibkan aktivitas perambahan hutan yang dialihfungsikan menjadi kebun.
“Seperti di Taman Buru Semidang Bukit Kabu yang banyak dirambah jadi kebun kopi dan kawasan lain akan terus ditertibkan,” katanya. Ia menambahkan seluruh pemangku kepentingan terkait program itu sudah diberikan pengarahan tentang pedoman penyelenggaraan rehabilitasi hutan dan lahan serta KBR, termasuk lembaga swadaya masyarakat. (ant)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More