Pers releass Akar network

Ruas Jalan Baru yang Memotong Kawasan 
Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) adalah kawasan hutan terbesar dari 3 kawasan konservasi yang dibangun sebagai Tropical Rainforest Heritage of Sumatera dan diakui sebagai satu block hutan tropis terpenting di Asia untuk tingkat keragaman hayati.
Di kawasan Taman Nasional ini terdapat 14 Daerah otonomi kabupaten/Kota dengan bentang alamnya terdiri dari dataran rendah 165 m dpl hingga dataran tinggi sub-alpin sumatera dengan puncak tertinggi Gunung Kerinci 3.805 m dpl
Sebagai Kawasan Konservasi tercatat tujuh juta hektar lahan pertanian di Propinsi Jambi, Sumatra Barat, Sumatra Selatan dan Bengkulu yang sangat dipengaruhi air dari kawasan TNKS. Dari lahan tersebut terdapat 900 ribu hektar yang sangat tergantung suplay air berasal dari hutan TNKS.
Karena sumberdaya alam menjadi bagian penting dari daya dukung lingkungan, maka kerusakan tersebut bukan hanya telah dan akan menghentikan usaha komersial yang berbasis sumberdaya alam juga mengakibatkan kerugian yang dirasakan publik, seperti terjadinya banjir, pencemaran lingkungan, wabah penyakit, hilangnya bentang alam yang indah, konflik sosial, dll. yang berakibat pada penurunan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Kondisi ekosistem dataran tinggi atau daerah hulu di TNKS dapat disimpulkan sangat ringkih (Fragile) terhadap perubahan tata guna lahan.
TNKS memiliki keunikan dan keanekaragaman fauna dan flora yang ditampilkan dari kelengkapan habitatnya dari dataran rendah, daerah perbukitan sampai daerah pegunungan atas (montana). Keanekaragaman jenis semakin tinggi pada daerah dengan elevasi rendah dan kelangkaan serta keunikan semakin tinggi di daerah-daerah dengan elevasi tinggi dan habitat-habitat khusus.
Hutan TNKS mengandung jenis-jenis fauna dan flora langka, endemik dan terancam punah. Keanekaragaman hayatinya, saling melengkapi dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dalam satu kesatuan bio-geografi Sumatra.

Pengertian dan Peraturan.
Berdasarkan ketentuan Undang-undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan kita mengenal mengenai hutan dan klasifikasinya sebagai berikut :
  • Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.
·        Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
  • Hutan Produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksii hasil hutan.
Selanjutnya berdasarkan ketentuan Undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alama Hayati dan Ekosistemnya, kita mengenai kawasan konservasi dan klasifikasinya sebagai berikut :
  • Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di daratan maupun diperairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, yang mencakup kawasan taman nasional, kawasan taman wisata alam, dan kawasan taman hutan raya.
  • Kawasan Suaka Alam. adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun diperairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan.
Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber-daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Hutan mempunyai tiga fungsi, yaitu : fungsi konservasi, fungsi lindung, dan fungsi produksi.
Sumberdaya alam hayati adalah unsur-unsur hayati di alam yang terdiri dari sumberdaya alam nabati (tumbuhan) dan sumberdaya alam hewani (satwa) yang bersama-sama dengan unsur non-hayati di sekitarnya secara keseluruhan membentuk ekosistem.
Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Suatu kawasan untuk dapat ditunjuk dan ditetapkan sebagai taman nasional, harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :
  • kawasan yang ditetapkan mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami;
  • memiliki sumberdaya alam yang khas dan unik baik berupa jenis tumbuhan maupunsatwa dan ekosistemnya sertya gejala alam yang masih utuh dan alami;
  • memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh;
  • memiliki keadaan alam yang asli dan alami untuk dikembangkan sebagai pariwisata alam;
merupakan kawasan yang dapat dibagi ke dalam zona inti, zona rimba, zona pemanfaatan dan zona lain yang karena pertimbangan rehabilitasi kawasan, ketergantungan penduduk sekitar kawasan dan dalam rangka mendukung upaya pelestarian sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.

Sejarah Kawasan
  • Pada Kongres Taman Nasional Sedunia ke III tahun 1982 di Bali Pemerintah Indonesia mendeklarasikan sebelas calon taman nasional yang salah satunya adalah  Taman Nasional Kerinci Seblat dengan luas 1.484.660 ha.
  • Rapat Koordinasi 4 wilayah Provinsi ke wilayahnya administrasi terdapat TN Kerinci Seblat tahun 1982 di Padang mencakup bahwa calon TN Kerinci Seblat mempunyai luas 1.484.660 ha.
  • Rapat Koordinasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) tahun 1992 di Jakarta, mengusulkan kawasan TN Kerinci Seblat yang semula 1.484.660 ha. menjadi 1.368.000 ha.
  • Menteri Kehutanan pada tahun 1996 merubah fungsi sebagian kawasan hutan di Provinsi Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu seluas 1.368.000 ha menjadi kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
  • Menteri Kehutanan dan Perkebunan pada tahun 1999 menetapkan Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat di Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu seluas : 1.375.349,867 ha
  • Menteri Kehut\nan pada tahun 2004 merubah fungsi sebagian kawasan hutan produksi tetap pada Kelompok Hutan Sipurak Hook yang terletak di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi seluas ± 14.160 ha menjadi perluasan Taman Nasional Kerinci Seblat .


Pengelolaan
Taman Nasional Kerinci Seblat dikelola oleh Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departeman Kehutanan Republik Indonesia.
Prinsip Pengelolaan Taman Nasional.
Kebijaksanaan teknis pembangunan dan pengelolaan taman nasional mencakup, diantaranya  :
  • Taman Nasional dikelola dengan sistem zonasi. Zona inti adalah bagian dari kawasan Taman Nasional yang mutlak dilindungi dan tidak diperbolehkan adanya perubahan apapun oleh aktivitas manusia. Zona pemanfaatan adalah bagian dari kawasan Taman Nasional yang dijadikan pusat rekreasi dan kunjungan pengunjung, dan zona lain adalah zona di luar tertentu seperti zona rimba dan zona pemanfaatan tradisional.
  • Kegiatan yang diperbolehkan dilakukan di dalam kawasan taman nasional meliputi penelitian dan ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang tidak mengurangi fungsi pokok dari kawasan taman nasional tersebut.
  • Kegiatan pariwisata dan rekreasi dapat dikembangkan secara terbatas pada zona pemanfaatan taman nasional, serta pemerintah dapat memberikan hak pengusahaan pariwisata alam kepada BUMN/BUMD atau swasta atau koperasi selama jangka waktu tiga puluh tahun untuk penyediaan sarana dan prasarana pariwisata alam di zona pemanfaatan taman nasional berdasarkan Rencana Pengelolaan Pariwisata Alam Taman Nasional.

Ancaman Terhadap Taman Nasional kerinci Seblat
Pembangunan Jalan melintasi Zona Inti Taman Nasional.
Sejak tahun 2004 – 2008, telah terindentifikasi 29 (dua puluh Sembilan) rencana pembangunan ruas jalan baru yang melintasi zona inti kawasan TNKS.
Terhadap usulan ruas jalan baru tersebut, telah diterbitkan surat tanggapan dan larangan, diantaranya :
a.    Surat Menteri Dalam Negeri, Nomor 620/572/III/Bangda tangggal 27 Mei 2004, ditujukan kepada Gubernur Jambi, Gubernur Sumbar, Gubernur Sumsel dan Gubernur Tangggapan tentang Pembangunan  Ruas jalan baru dalam kawasan TNKS. (fotocopy surat terlampir).
b.    Surat Menteri Kehutanan, Nomor S.712/Menhut-IV/2006, tangggal 10 November 2006, ditujukan kepada Bupati/Walikota dalam 4 Propinsi (Jambi, Bengkulu, Sumsel dan Sumbar) tentang Rencana Pembangunan Jalan Yang Memotong Kawasan TNKS. (fotocopy surat Terlampir)
c.    Surat Dirjen PHKA Departemen Kehutanan nomor : S09/IV-KK/2008 tanggal 14 Januari 2008 ditujukan kepada 1. Bupati kerinci, 2. Bupati merangin, 3. Bupati Muko-Muko, 4. Bupati Pesisir Selatan dan 5. Bupati Solok Selatan. (fotocopy surat terlampir)

Pernyataan AKAR Network.

Zona inti adalah bagian dari kawasan Taman Nasional yang mutlak dilindungi dan tidak diperbolehkan adanya perubahan apapun oleh aktivitas manusia, maka dengan ini AKAR network menyatakan :
  1. tidak setuju dengan rencana Pembangunan Ruas Jalan Memotong Zona Inti TNKS kerena bertentangan dengan Perundang-undangan yang berlaku sebagai landasan Pengelolaan kawasan Kawasan Taman Nasional.
  2. Pihak Balai Besar TNKS, telah lalai dalam tugas pengelolaan kawasan dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah, sehinggga terjadi tindakan oleh satu orang/sekelompok orang yang dapat merusak keutuhan Kawasan TNKS
  3. Pihak Balai Besar TNKS, tidak responsive telah membiarkan satu orang/kelompok orang mamasuki kawasan Zona Inti TNKS tanpa izin.

Akar Network

AKAR Network adalah sebuah jaringan dibentuk pada tahun 2006, beranggotakan Lembaga penggiat pelestari alam di sekitar Kawasan TNKS yang beraliansi mendukung pelestarian TNKS.

Saat ini telah bergabung kedalam jaringan AKAR  :
1.    Lembaga Tumbuh Alami (Kerinci – Sungai Penuh)
2.    Lembaga LAHAR (Kerinci – Sungai Penuh)
3.    Lembaga Perak Satwa (Kerinci – Sungai Penuh)
4.    Lembaga ICS (Solok Selatan)
5.    Lembaga Genesis (Muko-muko)
6.    Lembaga OPLB (Musirawas)
7.    Lembaga Walhi Bengkulu (Bengkulu)
8.    Lembaga Tiga Beradik (Merangin Jambi)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More