KEKAYAAN ALAM YANG TERLUPAKAN

MENGENAL KEPAYANG
Hasil Studi Yang Telah Dilakukan Oleh Tim Kepayang Sumatra Wilayah Propinsi Bengkulu, Yayasan Genesis menghasilkan berberapa informasi penting tentang biologi kepayang, habitat dan potensinya.
Kepayang termasuk kelompok pohon besar, menyebar luas di dataran rendah sampai ke daerah perbukitan, tinggi pohon dapat mencapai tinggi 25 meter. Kayu tanaman ini juga bernilai ekonomi, dengan berat jenis 450-1000 kg/m-3 atau dapat dalam kayu pertukangan dikelompokan kayu kelas II dengan keawetan sedang. 


Berdasarkan klasifikasi jenis kayu Indonesia kayu kepayang memiliki berat jenis kering udara 0,66 dengan kelas awet V dan kelas kuat II. (Pendidikan Industri Kayu Atas, Semarang. 1979).
Perakaran kepayang sangat kuat dan sangat cocok untuk pohon pelindung dan digunakan dalam penghijuan di Daerah Aliran sungai dan rawan longsor.

Bunga dan Putik Kepayang.
Daun Kepayang sangat besar, halus agak kasar, bentuk bulat telur atau bulat, sekitar 20 cm, dengan ujung runcing dan pangkal berbentuk hati. Bunga kekuningan-hijau atau keputihan, memiliki bau samar, dengan ukuran sekitar 4 cm. kelopak bunga tujuh helai dengan tangkai bunga yang kuat. Dalam satu tangkai biasanya satu bunga yang menjadi buah.
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4
Daging buah berwarna putih pucat saat mentah dan putih kecoklatan setelah direbus. Berat biji kering antara 0,03 – 0,025 kg. perbandingan berat cangkang dan daging buah adalah 1 : 2 ataun berat daging buah 67 % dari total berat biji.
Manfaat buah kepayang secara tradisional sangat banyak, dan lebih menariknya lagi hamper semua bagian dari pohon ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, daunnya untuk obat dan racun serangga secara organik, kulit batang dapat dibunakan untuk obat luka dan buahnya dapat diolah menyadi multiguna. Hasil studi yang dilakukan oleh TIM Genesis di Bengkulu, bahwa masyarakat mengenal manfaat biji kepayang (daging biji), untuk bahan baku membuat menyak, kecap, Tauco, kue, sayuran dan rempah-rempah.


 Namun saat ini yang mashi banyak dikelola hanya pembuatan sayur daging buah kepayang yang disebut Jeuk, sedangkan pengelolaan lainnya seperti menyak sudah lama ditinggalkan, salah satunya karena semakin tersediannya menyak goreng dipasaran yang murah menyak dari kelapa sawit.
Padahal, banyak penelitian yang dilakukan menunjukan, ternyata biji kepayang mengandung, golongan senyawa minyak atsiri, asam lemak, sterol, flavonoid, tanin, gula pereduksi, saponin, emodol dan poliuronida. Dan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Farmasi ITB, Bandung pada tahun 2006, menunjukan bahwa, Golongan flavonoid biji Kepayang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Golongan flavonoid biji Kepayang bisa melawan beberapa jenis bakteri pembusuk ikan secara in-vitro pada bakteri Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Komponen antibakteri pada biji Kepayang ini yaitu asam sianida, asam hidnokarpat, asam glorat, dan tannin.
Semoga kedepan tumbuhan yang menjadi kekayaan ala mini bisa dimanfaatkan secara maksimal dan dilbudidayakan agar tetap lestari.

Oleh : Genesis Bengkulu 2011.

1 comments:

bos kalu ditanam berapa tahun ya bisa berbuah, dan pasarnya kemana ya?

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More