KEPAYANG (PANGIUM EDULE) COCOK UNTUK POHON PELINDUNG DAN PENGHIJUAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI

Lembar Informasi Genesis. 20 September 2011

Pangium edule Reinw. ex Blume merupakan tumbuhan yang dikenal dengan nama Kepayang, kluwek, keluwek, keluak, atau kluak. Pohon Pangium edule Reinw. ex Blume termasuk suku Achariaceae, yang dulunya dimasukkan dalam suku Flacourtiaceae.

Tumbuhan ini berbentuk pohon yang tumbuh liar atau setengah liar, umumnya tumbuh di daerah dataran tinggi, dan dapat ditemukan tumbuh alami/liar di sekirat daerah aliran sungai. Orang Sunda menyebutnya picung atau kepayang (begitu juda di Jawa Tengah) dan di Toraja disebut panarassan.
Kepayang termasuk kelompok pohon besar, menyebar luas di dataran rendah sampai ke daerah perbukitan, tinggi pohon dapat mencapai tinggi 25 meter. Kayu tanaman ini juga bernilai ekonomi, dengan berat jenis 450-1000 kg/m-3 atau dapat dalam kayu pertukangan dikelompokan kayu kelas II dengan keawetan sedang.
Biji Kepayang dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna hitam pada rawon, brongkos, serta sup konro. Bijinya, yang memiliki salut biji yang bisa dimakan, bila mentah sangat beracun karena mengandung asam sianida dalam konsentrasi tinggi. Bila dimakan dalam jumlah tertentu menyebabkan pusing (mabuk). Racun pada biji ini dapat dipakai sebagai racun untuk mata panah. Biji ini aman diolah untuk makanan bila telah direbus dan direndam terlebih dahulu.
Daun Kepayang sangat besar, halus agak kasar, bentuk bulat telur atau bulat, sekitar 20 cm, dengan ujung runcing dan pangkal berbentuk hati. Bunga kekuningan-hijau atau keputihan, memiliki bau samar, dengan ukuran sekitar 4 cm. Buah liontin kulit tebal, ukuran 10 sampai 20 cm diameter, coklat dan kasar, biji ukuran 3 sampai 5 cm, pipih, agak bersudut, tertanam dalam daging buah kekuningan, dan beraroma.
Daun menghasilkan glikosida cyanogenetic, gynocardine, identik dengan yang ditemukan dalam odorata Gynocardia. Enzim emulsionlike, gynocardase, telah diidentifikasi dengan glukosida tersebut. Menghasilkan minyak Kernel pamitic dan asam oleat, dan minyak optik aktif, baik hydnocarpic atau chaulmoogric, atau keduanya.
Di Propinsi Bengkulu secara umum Kepayang dapat ditemukan hampair diseluruh wilayah, baik dataran rendah sampai dataran tinggi, namun yang telah teridentifikasi pohon ini tumbuh di daerah Kaur, Nasal. Bengkulu Selatan di Seginim, Bengkenang dan Pino, di Kaupaten Mukomuko di Selagan Raya dan di Kabupaten Lebong di Pinang Belapis dan Lebong Utara.
Supintri Yohar yang melakukan penelitian pembibitan kepayang mengatakan, Kepayang atau Pangium Edule. merupakan jenis pohon asli yang tumbuh di hutan alam sumatera termasuk kawasan TNKS. Pohon ini selain memiliki buah yang dapat konsumsi, kayunya termasuk kelasifikasi pertukangan kelas kauat II. Serta memiliki perakaran yang cocok untuk pohon pelindung dan penghijuan di daerah aliran sungai.
Dijelaskannya, Jika tidak dilakukan perlakuan tertentu, biji Kepayang dapat berkecambah setelah satu bulan disemai. Berberapa perlakukan yang dapat dilakukan untuk pemecahan dormansi penyemaian kepayang antaralain, dengan menjemur biji di terik matahari, menyiram biji dengan air panas atau dengan perlakukan mekanis (mengamplas di daerah mata tunas biji).

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More