Ukur Ulang Semua Perusahaan di Mukomuko


MUKOMUKO: Komisi II DPRD Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memprogramkan pengukuran ulang secara bertahap terhadap semua lahan hak guna usaha milik perusahaan perkebunan di daerah itu untuk memastikan tidak terjadi kelebihan lahan.
“Program ukur ulang hak guna usaha (HGU) pertama dilakukan terhadap PT Agro Muko,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mukomuko Husni Thamrin di Mukomuko, Sabtu 15 Oktober 2011.
Program pengukuran selanjutnya dilakukan terhadap HGU PT Daria Dharma Pratama, PT Alno, PT Agrecinal. Kemudian perusahaan-perusahaan perkebuan yang baru tetapi belum terdaftar di kantor DPRD setempat.
“Semuanya dapat giliran. Bila perusahaan tidak mau mengeluarkan dana untuk kegiatan pengukuran, daerah ini yang menyediakan dana untuk itu,” kata dia.
Menurut dia, program pengukuran ulang semua HGU perusahaan perkebunan di daerah ini dilakukan karena banyak laporan dari masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) tentang perluasan lahan oleh sejumlah oknum perusahaan perkebunan.
Untuk memastikan kebenaran laporan itu, perlu pengecekan serta pengukuran, selanjutnya dibuatkan peta untuk mengetahui luas serta kelebihan lahan seperti yang dituduhkan oleh masyarakat dan LSM.
“Dewan tidak bisa mengambil tindakan lebih jauh sebelum fakta dan data itu benar-benar valid, untuk itu perlu pengukuran agar semua pihak sama-sama tahu apakah terjadi kelebihan atau tidak,” ujarnya.
Ia mengatakan, pada 2012 Dewan menganggarkan dana sebesar Rp1 miliar untuk pengukuran HGU PT Agro Muko. Perusahaan tersebut dilaporkan menambah luas lahan serta merambah kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Air Manjuto register 62.
Program pegukuran ulang HGU perusahaan perkebunan, kata dia, bukan berarti Dewan alergi dengan keberadaan investor, tetapi mereka harus mengikuti prosedur yang benar.
“Siapa yang tidak butuh investor karena mereka yang menjadikan sebuah daerah maju, tetapi tolang ikuti aturan mainnya, jangan asal serobot saja kawasan hutan yang dilindungi oleh hukum,” kata dia.
Ia menyatakan yakin, dugaan perambahan kawasan HPT serta perluasan tidak saja dilakukan oleh PT Agro Mukomuko, tetapi juga perusahaan-perusahaan perkebunan lain.
“Kalau perusahaan lain kemungkinan baru indikasi, tetapi PT Agro Muko sudah ada peta yang menyebutkan telah terjadi perambahan kawasan HPT. Tetapi tetap perlu pembuktian dengan melakukan pengukuran kembali,” kata dia. (antara)

1 comments:

Semoga saja dapat dibuktikan..
admin www.ulayat.or.id

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More