Mennunggu Keputusan


Proyek Jalan Tembus TNKS Berlanjut


Jumat, 4 November 2011 | 02:50 Wib kompas.com
:
Jambi, Kompas - Rencana sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di tiga provinsi untuk membangun jalan menembus zona inti Taman Nasional Kerinci Seblat berlanjut. Tim independen bahkan mulai menyurvei tiga jalur yang diusulkan, meliputi wilayah Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Barat.
Survei oleh tim yang melibatkan personel dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), dan akademisi berakhir pada Kamis (3/11) di jalur Muara Labuh-Kambang.
Sebelumnya tim menyurvei jalur Lempur di Kabupaten Kerinci hingga Sungai Ipuh, Kabupaten Mukomuko, sepanjang 40 kilometer, dan jalur Masgo di Kabupaten Kerinci hingga Sungai Tebal di Kabupaten Merangin.
Koordinator Tim Independen Laode Alham mengatakan, pengamatan sementara memperlihatkan kerapatan hutan TNKS sepanjang rencana pembangunan jalur dalam kondisi sangat bagus. ”Hanya sebagian area telah menjadi perladangan, tetapi masih di luar kawasan TNKS,” ujarnya.
Menurut Laode, kondisi kerapatan hutan hanya salah satu faktor yang menjadi acuan pertimbangan tim untuk memberi rekomendasi kepada Menteri Kehutanan sebelum dikeluarkan persetujuan atau penolakan atas usulan pembangunan jalan tersebut.
Faktor lain adalah keragaman hayati serta dampak sosial dan lingkungan yang mungkin muncul jika pembangunan jalan berlangsung.
Dipertanyakan
Dari Bengkulu dilaporkan, rencana pembangunan jalan menembus TNKS dari Kabupaten Kerinci, Jambi hingga Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mulai dipertanyakan. Koordinator Aliansi Konservasi Alam Raya Barlian mengatakan, taman nasional sebagai penyangga kehidupan tidak perlu dikorbankan hanya untuk keperluan evakuasi warga jika Gunung Kerinci meletus.
Barlian juga mempertanyakan perencanaan pembukaan jalan tembus TNKS, terutama ruas Lempur di Kerinci, Jambi-Sungai Ipuh di Mukomuko, Bengkulu. Sebab, sampai kini belum ada kesepakatan antara Pemprov Jambi dan Bengkulu terkait rencana ini.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengajukan pinjaman Rp 170 miliar kepada Pusat Investasi Pemerintah Kementerian Keuangan untuk peningkatan dan perbaikan sejumlah ruas jalan di wilayahnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sultra Doddy Djalante mengatakan, pinjaman itu untuk kebutuhan pembiayaan perbaikan dan peningkatan sembilan ruas jalan pada 2012.
Sementara itu, proyek Tol Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur, yang melintasi Taman Hutan Rakyat Bukit Soeharto dan Hutan Lindung Sungai Manggar bisa batal jika tidak disetujui Menteri Kehutanan. Apalagi, Kementerian Kehutanan mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim tidak memaksakan proyek jalan tol yang melintasi dua kawasan konservasi itu.
(ITA/ADH/ENG/PRA)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More