IZIN PERKEBUNAN MAKIN MARAK PASCA PEMILUKADA

IZIN PERKEBUNAN MAKIN MARAK

PASCA PEMILUKADA

Walhi:Ajang lelang Kekayaan Alam

BENGKULU-Wahana Lingkungan Hidup(Walhi)Bengkulu ada kenaikan pemberian izin perkebunan dan tambang yang disignifikan terjadi pada tahun 2009 hingga 2010.Diduga,pemberian perizinan dan pertambangan yang dikeluarkan kepala daerah masih erat kaitannya dengan Pemilihan Umum Kepala Daerah(Pemilukada).

Direktur Walhi Bengkulu Zenzi mengatakan,tanah dibengkulu yang kuasai oleh perkebunan swasta luasnya sudah mencapai 75,703 ribu hektare dalam tempo dua tahun 2009-2010.Untuk itu Walhi Bengkulu dan masyarakat korban konflik menyerukan kesadaran rakyat Bengkulu”setiap harapan yang dijanjikan perusahaan membuka lahan,sebenarnya adalah penghilangan kesempatan rakyat untuk hidup.Pilkada dan pemilu menjadi ajang lelangan kekayaan alam,”ungkap Zenzi ,disela-sela aksi demo agraria didepan kantor DPRD Provinsi,kemaren(19/01).

Dia mendesak pemerintah segera memulihkan hak rakyat Indonesia dengan melaksanakan reformasi agrarian,menghentikan perizinan pertambangan dan perkebunan dan mendesak DPR RI membentuk pansus untuk mengaudit izin perkebunan dan pertambangan yang berkonflik.”Polri juga harus segera menyelidiki secara menyeluruh kepala daerah yang mengeluarkan izin pertambangan dan perkebunan,tegasnya.Bukan hanya itu,wilayah Budidaya di Bengkulu saat ini nyaris seluruhnya dikuasai oleh perusahaan swasta dan pemerintah.hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak pro Rakyat ,melainkan pro perusahaan.

Mereka mencatat,dari luas kawasan budidaya seluas 529.841 hektare,sebanyak 463.964 hektare diantaranya dukuasai perusahaan ,sedangkan sisanya hanya 65.878 hektare barulah untuk masyarakat.Rincian tanah yang dikuasai perusahaan yakni 208.546 hektare wilayah dikuasai perkebunan dan pertambangan 99.305,78 hektare dikuasai pertambangan batu bara dan 156.112 hektare tambang pasir besi.

Direktur Walhi Bengkulu Zenzi mengungkapkan luas wilayah Bengkulu 1.987.870 hektare dengan kawasan hutan seluas 920.464 hektare atau 56,5 %,maka sisa dari luas wilayah Bengkulu ,1.057.906 hektare atau 53,5 % saja yang digunakan untuk kawasan perkantoran ,jalan dan pemukiman.Luasnya tersebut di 9 kabupaten dan satu kota seluas 528.065 hektare.”Artinya kawasan yang diperuntukkan yang lain yang bisa dijadikan wilayah budidaya seluas 529.841 hektare dan mayoritas dikuasai perusahaan ,”kata Zenzi disela-sela aksi demontrasi agrarian didepan secretariat DPRD Provinsi Bengkulu kemaren(19/1).

Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya ,aksi kali ini di didominasi oleh ibu-ibu tidak melakukan orasi.Mereka hanya membawa kertas karton yang isinya menyuarakan aspirasi.Selain itu,mereka juga mengantungkan pakaian sekolah anaknya dipagar Sekretariat Dewa .”kami hanya ingin tenang kerja dikebun kami sendiri.saat ini masuk PT.SIL.,kami terancam kehilangan mata pencaharian .untuk itu kami minta kepada pemerintah agar perusahaan perkebunan ditutup saja,”ujar seorang ibu rumah tangga,Yuliana.

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More