KAYU ILEGAL PESANAN APARAT

Arga Makmur- ada yang menarik dari pengakuan Ju tersangka kepemilikan kayu yang di dapati secara ilegaldi hutan lindung (HL) Boven,lais, Bengkul Utara. kepada RB, Ju menyebutkan kayu yang di angkutnya menggunakan mobil dari HL Boven tersebut pesanan Oknum aparat penegak hukum di Bengkulu Utara (BU).
kayu itu memang milik saya tapi sudah ada pembelinya yakni Pak S..(oknum Apara Hukum red), yang mesan kayu itu. makanya saya terkejut waktu di tangkap ujar Ju di sela-sela penyidikan Polres BU. hingga kemarin Ju masih mendekam di tahanan Polres BU untuk di lakukan pengembangan penyidikan. pasalnya Ju dari kamis yang lalu belum mau berterus terangmengenai di mana lokasi ia melakukan penebangan hutan hingga menghasilkan 1,2 meter kubik(M3)kayu meranti merah yang telah di olah menjadi papandan balok yang berhasil di sita polisi.
kemarin Ju kembali di bawa Polisi untuk menunjukan lokasi tunggul pohonlokasi ia menebang kayu. Hasilnya kemarin tersangka Jumau menunjukan klokasi tunggul tersebut setelah sebelumny sempat menunjukan lokasi palsu pada polisi.
agar tak meragukan, polisi membawa serta petugas dari dishutbun untuk memastikan lokasi penebangan yang merupakan hutan lindung atau bukan. hasilny, lokasi bekas tunggul tebang yang di tunjukan tersangka, berada sekitar 3 kilometer dari patok batas awal wilayah hutan lindung Boven Lais desa tanah hitam BU.
kapolres BU AKBP. Ahmad tarmizi,SH sebelum mengungkapkan jika dirinya berjanji akan menindak tegas anggota jika terbukti terlibat ilega loging baik melakukan penebanganmembeli atau bahkan membekingi pelaku. saya lagi mencari informasi adanya kemungkinan anggota nakal ikut melakukan tindak pidana, kalau ada pasti akan saya tindaktegas kapolres.
hal inilah yang di sebutnya  sebagai pembinaan ke dalam institusi Polres BU tersebut. ia berharap polisi benar-benar menjadi contoh dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum sehingga bisa benar-benar tegas dalam menindak pelanggar hukum.
inilah yang saya sebut selama initengah melakukan pembinaan di dalam. kalau memang masih bisa kita bina, ya pasti akan saya bina, kalau memang tidak bisa lagi terpaksa akan kita proses, demikian Tarmizi (qia) (Rakyat Bengkulu, sabtu, 29 Juni 2013) 

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More