Desakan Warga Penutupan Tambang Tidak Digubris

ARGA MAKMUR - Perjuangan warga Desa Gunung Besar Kecamatan Arma Jaya agar tambang batu gajah didesa mereka ditutup, mengalami kegagalan. Seakan Pemda Bengkulu Utara tak mengubris aspirasi warganya itu. Terpotret dari hasil rapat antara perwakilan warga Gunung Besar dengan Pemda Bengkulu Utara kemarin (11/09).
Rapat yang dipimpin Sekda BU Drs. Said Idrus Albar, MM memutuskan aktivitas pertambangan Batu Gajah milik Kades Gunung Besar Aswari, termasuk angkutan batu gajah tetap berjalan seperti biasanya. Tak ada penutupan. Rapat negosiasi kemarin juga dihadiri anggota DPRD BU H Yurman Hamedi selaku pengusaha angkutan yang membeli batu gajah tersebut serta pemilik tambang, Aswari, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dengan penambangan dan Wakapolres BU Kompol. Teddy Ristiawan, SH,S.IK, MH.
Kendati mempersilakan kegiatan penambangan tetap berjalan seperti biasa, alasan sekda mempersilakan tambang itu kembali beraktifitas lantaran Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), BLH, Dihubkominfo dan Dispenda menyatakan sampai saat ini tidak ada kesalahan yang dibuat oleh perusahaan tambang tersebut, setelah dilakukannya pengecekan ke lapangan. Ada kesepakatan dalam rapat tersebut diantaranya yakni, pembeli batu gajah, Yusman diwajibkan mengurangi angkutan truknya maksimal hanya 5,8 ton sesuai dengan kelas jalan yaitu jalan kelas III. Selain itu, Aswari diwajibkan untuk memberikan kompensasi bagi desa Rp 15 ribu tiap truk yang keluar mengangkut hasil tambang itu.
"Kita siap menutup, tentunya dengan alasan yang jelas. Kalau kita semena-mena, tentunya bisa berdampak hukum bagi kita. Karena tidak ada kesalahan sesuai dengan analisa SKPD terkait, makanya dipersilakan pengusaha kembali melakukan aktifitas di tambang itu," tegas Said Idris Albar.
Sementara itu, tiga perwakilan warga yang hadir dalam rapat  masing-masing Sarimin,Mahyudi, Suryanto tidak menandatangani hasil rapat, karena mereka takut apabila mereka menyetujui tanpa persetujuan warga Gunung Besar mereka akan dikira macam-macam dan mendapatkan sesuatu.
Suryanto sendiri sempat tegang dalam menyampaikan ungkapan yeng terkait dengan rapat tersebut, bahkan menilai camat dan,kades tidak cerdas lantaran mempertemukan masyarakat yang pro dan kontra.
Wakapolres Kompol. Teddy Ristiawan, SH, S.IK, MH yang hadir dalam rapat mengungkapkan polisi menilai aksi penutupan tambang dengan memasang portal dinilai tidak murni aksi warga melainkan adanya oknum lain yang berperan dalam suasana tersebut.
"Masalah ini sebenarnya kecil, bisa diselesaikan didesa. Tapi sepertinya ada motif lain dibalik ini. Saya sudah tahu, hanya saja belum saya ungkapkan, " tegas Teddy.
Ia mengungkapkan apa yang dilakukan warga adalah hal yang melanggar hukum dan bisa diancam penjara 1 tahun, melainkan pihak polisi masih berbuat baik saja. "Tapi kalau hal ini terulang kembali ,pemortalan, mau menang sendiri dan sedikit-sedikit mau menutup ya kami akan bertindak sesuai ketentuan hukum," tegasnya.
Dan kemarin truk-truk milik Yurman sudah mulai beroperasi dan memastikan muatan yang dibawa oleh truknya sesuai dengan tonase yang diputuskan dalam rapat. "Kalau memang truk saya salah, saya siap untuk ditindak," ujar Yurman.(12/09/13 - RB)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More