Dishutbun Gugat Dana Carbon Credit PLTA Musi

KEPAHIANG - Kepala Bidang Keamanan dan Pembinaan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kepahiang Edi Juinaidi mengaku tidak mengetahui soal perdagangan karbon atau carbon credit yang ditangani PLTA Musi Ujan Mas."Saya baru tahu sekarang ini jika ada dana kompensasi karbon yang dikucurkan negara-negara industri kepada negara pemilik hutan yang dapat mereduksi CO2 yang  mencemari udara itu seperti yang ditangani PLTA MUSI Ujan Mas. Sebab, selama ini Dishutbun tidak pernah diberi tahu tentang proyek carbon credit itu," kata Edi,(selasa, 23/9).

Ternyata, berdasarkan Peraturan Menhut RI No P.36/Menhut-II/2009 tanggal 22 Mei 2009 dijelaskan, pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar hutan di kawasan PLTA Musi harus mendapat bagian 70 persen dari dana yang masuk. Rinciannya, 50 persen untuk pemerintah daerah dan 20 persen untuk masyarakat, sedangkan pihak pengembang mendapat bagian 30 persen saja. Luas hutan di Kepahiang mencapai 18.106,31 hektare. 9.588 hektare berupa hutan lindung. Sedangkan luas Hutan Lindung Bukit Daun Register 5 yang berada di lingkungan PLTA MUSI itu mencapai 7.829 hektare. Didalamnya terdapat hutan kemasyarakatan (HKM). " Dana itukan akan digunakan untuk mengonversi kawasan hutan yang risak atau kawasan yang tidak berhutan menjadi berhutan. Untuk itu, kami bersama bagian SDA akan mempertanyakan masalah carbon credit ini ke PLTA MUSI Ujan Mas," tutur Edi.

Ketika dikonfirmasi, Manager Keuangan, Adm dan SDM PLTA Musi Anis Rustam, mengaku tidak tahu menahu soal kucuran dana isentif carbon credit tersebut. " Dana itu langsung dikelola PLN pusat. Jadi kita tidak tahu berapa nilainya dan untuk apa peruntukkannya," tutur Anis. Dijelaskannya, periode 2012-2013 total carbon credit terverivikasi sebesar 1.700.000 ton CO2. " Pelaksanaan verifikasi carbon credit di PLTA Musi itu dilaksanakan auditor independen dari luar negeri, pada Juni 2013," terang Anis didampingi Asep Saepudin yang menangani carbon credit PLTA Musi.

PLTA Musi dianggap mengurangi emisi carbon pada periode tersebut. Dalam pelaksanaan Verified Carbon Standard (VCS) project ini, PLN menggandeng Southpole CAM sebagai mitra, tujuannya untuk mengurangi emisi carbon karena ini adalah inisiatif PLN pusat. " Coba bayangkan jika kita membangkitkan listrik menggunakan PLTD maka berapa ton CO2 yang dihasilkan berpotensi mengikis lapisan ozone. Sehingga semakin meningkatkan pemanasan global (global warming)," kata Asep.(RB- 24/9/13)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More