HL Boven Lais Digusur

ARGAMAKMUR - Hutan Lindung (HL) di Boven Lais Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu Utara di rusak. Beberapa hari ini terlihat alat berat jenis bulldozer yang beroperasi di lokasi HL yang diduga sudah menghancurkan habitat hutan dengan membuat badan jalan di kawasan HL itu. Namun, belum diketahui atas perintah siapa?, dan untuk aktivitas apa keberadaan alat berat tersebut di wilayah itu. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun ) BU, Sahat situmorang, AP, MM mengaku sudah menerima laporan dari anak buahnya mengenai keberadaan alat berat di lokasi tersebut.
Dia mengaku sampai saat ini tidak ada izin darinya atau ditembuskan Dishutbun BU mengenai aktivitas alat berat dilokasi tersebut. " Kita juga sudah cek titik koordinat keberadaan alat berat saat tim menyambangi lokasi HL, lokasi keberadaan alat berat masuk dalam tiitk koordinat lokasi HL Boven Lais Kecamatan Padang Jaya," terang Sahat. Mengenai informasi tersebut sahat belum bisa memastikannya, ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan jajaran SKPD Pemda BU dan menyatakan tidak ada aktivitas proyek dilokasi tersebut, terkecuali jika proyek tersebut merupakan proyek dari Pemda Provinsi Bengkulu." Petugas Polhut yang ada di lapangan juga belum bisa memastikan, lantaran dilokasi sama sekali tidak ada papan merk yang biasanya di lengkapi jika itu pekerjaan pemerintah. Makanya kita belum bisa pastikan," ujar Sahat.
"Kita juga sudah banyak bertanya dengan warga sekitar, tapi memang warga menolak memberikan informasi. Saat ini kita masih koordinasi mencari tahu motif keberadaan alat berat itu. Yang berhak mengeluarkan izin aktivitas di wilayah hutan itu hanyalah Kementerian Kehutananan," terang Sahat.
Dia menegaskan jika memang tanpa izin, aktivitas alat berat tersebut bisa disebut melanggar hukum. Keberadaannya di lokasi HL juga seharusnya disertai izin dari instansi terkait. " Dalam UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan sudah jelas mengenai aktivitas yang ada di lokasi hutan lindung tersebut harus disertai izin. Karena itu akan kita cek dulu perizinannya," jelas Sahat. (RB - 30/9/13)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More