Konflik Tambang Memanas

ARGA MAKMUR - Meski DPRD Bengkulu Utara (BU) Memutuskan menutup sementara aktivitas tambang batu gajah Desa Gunung Besar Kecamatan Arma Jaya Bengkulu Utara (BU), nyatanya hari ini dipastikan aktivitas tambang akan kembali dimulai. Hal ini ditegaskan pemilik izin yang juga Kades Gunung Besar Aswari pada RB kemarin.
Agar tidak dikatakan memancing emosi masyarakat, ia mengaku akan mengurangi muatan truk angkutan dan hanya mengangkut maksimal 5 ton sesuai kelas jalan.
"Alat berat yang kami gunakan merupakan sewaan, sedangkan tidak boleh keluar selama ini. Karena tuntutan warga, kami akan patuhi aturan dengan menurunkan tonase angkutan," terang Aswari.
Mengenai larangan DPRD? Ia mengaku sampai saat ini belum ada keputusan Distamben yang membatalkan izin mereka miliki. Sedangkan keputusan DPRD tidak serta merta membatalkan izin yang ditandatangani Bupati BU. "Kami rasa tidak seperti itu tatanan birokrasinya, kecuali jika ada surat resmi dari Bupati melaui Kadis Pertambangan membatalkan izin yang kami miliki dengan alasan jelas," terang Aswari
Ia juga meminta Pemda tegas dalam mengambil keputusan, bahwa ia mengaku siap di proses secara hukum apabila aktivitas tersebut menyalahi aturan. Namun ia juga mengancam akan membawa masalah ini ke jalur hukum, jika ada oknum yang menghalangi mereka beraktifitas apalagi sudah berjanji mengurani muatan sesuai dengan kelas jalan.
Sementara itu, Sarimin salah satu warga yang menolak keberadaan tambang dan melakukan aksi demo yang tetap menolak aktivitas pertambangan. Bahkan ia mengaku warga akan tetap menahan jika ada truk yang nekat kembali beraktivitas.
Kemarin, Sarimin dan Suryanto warga Desa Gunung Besar kembali menghadap DPRD BU. Mereka berencana minta berita acara hasil hearing antara warga, SKPD dan Komisi III Minggu lalu.(10/9/13 - RB)










9

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More