Warga Anggap Tambang Batu Tetap Melanggar

ARGA MAKMUR - Setelah dicapainya kesepakatan diaktifkannya kembali tambang batu gajah di Desa Gunung Besar, kemarin (12/9) warga memastikan pengusaha angkutan tambang tetap melanggar perjanjian yang disepakati pejabat Pemda itu. Warga memastikan truk tetap mengangkut dengan tonase melebihi 5 ton sesuai yang dijanjikan pengusaha angkutan H Yurman Hamedi yang juga anggota DPRD Bengkulu Utara.
Suryanto, warga Desa Gunung Besar memberhentikan salah satu truk lantaran ingin memastikan berapa jumlah tonase batu yang mereka bawa."Saya berhentikan satu sopir, hanya untuk mengetahui saja. Supirnya mengaku kalau itu paling ringan 10-12 ton," unkapnya.
Meskipun menolak keputusan Pemda BU, ia mengungkapkan masyarakat saat ini memilih untuk tenang dan tidak melakukan aksi,karena merasa tidak mungkin untuk melawan secara terang-terangan layaknya yang mereka lakukan dengan pemortalan jalan.
Sementara itu, Kapolres BU AKBP. Ahmad Tarmizi, SH melalui Waka Polres BU Kompol. Teddy Ristiawan, SH, S.IK, MH mengungkapkan polisi akan meningkatkan pengamanan dilokasi tambang batu gajah. Hal ini menghindari terjadinya aksi massa pasca diputuskannya kembali aktivitas pertambangan, yakni polisi hanya diwajibkan melakukan patroli di lokasi tambang memantau kondisi pasca aktivitas tambang tersebut. "Kita patroli melihat kondisi di lapangan, jadi pengamanan bukan sifatnya menempatkan anggota di lokasi tambangl,"jelas Teddy Ristiawan.(13/09/13 - RB)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More