Nyanyian Baru Brigpol Sihombing Sebut Polisi Dan Pejabat Terlibat

ARGA MAKMUR - Kasus illegal logging di Bengkulu Utara sepertinya bakal meluas dan menyeret banyak pihak. "Nyanyian Brigpol Parman Sihombing memercik kemana-mana. Usai menyebut keterlibatan seorang perwira Polres berpangkat AKP, kini nyanyian terbaru Brigpol Sihombing menyebut keterlibatan oknum polisi yang lain yang juga berbisnis depot kayu dan juga melakukan aksi illegal logging di Hutan Lindung Boven Lais Desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya.

Bukan Hanya itu, nyanyian Brigpol Sihombing juga terdengar nyaring hingga ke kalangan pejabat Pemda. Sihombing yang sudah dijeblos ke Lapas Arga Makmur juga menyebut keterlibatan oknum Polhut (Polisi Kehutanan) yang ada dibawah Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) BU. Modusnya pejabat tersebut kerap mendatanginya meminta sejumlah uang untuk mengamankan usahanya membuka depot kayu. Bahkan, Oknum pejabat Dishut ini juga disebutkan ikut serta dalam melancarkan beberapa aksi pembabatan Hutan Lindung terutama di HL Boven Lais.

Kapolda berjanji tidak akan pandang bulu dalam menegakkan aturan termasuk sanksi pidana bagi anggotanya sendiri. Lebih-lebih kasus tersebut merupakan kasus illegal logging yang memeang menjadi sorotan nasional. "Sanksinya macam-macam tergantung kesalahannya dan hukuman yang nantinya akan dijatuhkan majelis hakim padanya. Hukuman terberat jelas pemecatan," ujar Kapolda Bengkulu Tatang Somantri.

Pengakuan Sihombing lain yang mengejutkan, ia mengaku sempat diminta oknum pejabat Dishutbun untuk mengantarkan kayu jenis meranti merah yang merupakan hasil illegal logging dan kayu itu untuk membuat garasi di salah satu rumah pejabat Dishutbun BU. "Silahkan cek rumah Pak pejabat Dishutbun, kayunya meranti dan tenam, itu saya yang mengantar,saksinya ada anak buah saya yang mengantarkan kayu tenam itu ke rumah pak..,"ujar Sihombing.

Sementara itu, menyikapi nyanyian Brigpol Sihombing, Kabid Propam Polda Bengkulu AKBP Hendri Marpaung menegaskan pihaknya akan mendalami keterangan tersebut. "Saya sudah memerintahkan Kasi Propam Polres Bengkulu Utara (BU) untuk mendalami dulu," kata Hendri Marpaung kemarin (31/10/13).

Hendri menegaskan, jika memang dalam proses pembuktian yang dilakukan pihaknya ditemukan bukti keterlibatan oknum perwira tersebut tentu akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya dari informasi awal yang dikumpulkan anggotanya di lapangan pihaknya akan memproses dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi serta mengumpulkan bukti-bukti. Nantinya setelah bukti-bukti sudah kuat tentu oknum tersebut akan dikenakan sanksi disiplin. "Saat ini kami mendalaminya,"ujar Hendri Marpaung. (RB - 1//11/13)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More