Polisi Bekuk Lima Pembalak Hutan Di Air Manjunto

Add caption
MUKOMUKO – Kerja keras anggota Polres Mukomuko berjalan kaki menyusuri hutan produksi terbatas (HPT) Air Manjuto Mukomuko, Jumat (25/10) pukul 14.10 WIB  tak sia-sia. Dalam operasi memburu para pembalak hutan atau pelaku illegal logging di kawasan itu membuahkan hasil. Sebanyak lima warga yang sedang melakukan pembalakan hutan di register 62 Sei Kiang Desa Lalang Luas Air Manjuto, dibekuk.
Selain mengamankan kelima tersangka (Tsk) pelaku illegal logging tersebut, polisi yang ikut menyertakan wartawan dalam operasi ini, juga menemukan 4 kubik kayu jenis rimba campuran beragam ukuran. Selain itu juga disita dua unit gergaji mesin (chainsaw) dan beberapa jerigen minyak bahan bakar. Tsk dan barang bukti kemarin malam telah tiba di Mapolres Mukomuko guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penangkapan pembalak liar itu langsung dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Mukomuko Iptu Douglas Mahendra Jaya, SH, S.Ik dan KBO reskrim Ipda Made Indra. W, SH bersama lebih 10 anggota polisi bersenjata lengkap. Setelah menyisiri HPT, tim menemukan kegiatan pembalakan hutan. Didapati lima warga sedang memotong kayu. Mereka, RK  (30) warga Desa Lubuk Cabau Kecamtan V Koto Mukomuko sebagai operator chainsaw,  Rf (47) warga Desa Tanjung Pondok, Kabupaten Pisel Sumbar, Kt (25) warga Desa Lalang Luas Mukomuko, Rt (20) warga Pondok Makmur Mukomuko dan AI (19) warga Desa Sidomakmur Kecamatan Air Manjuto juga sebagai operator chainsaw. Kelima tsk pembalak hutan itu tak dapat kabur karena posisinya sudah dikepung polisi yang siap melepaskan tembakan bila ada yang coba-coba melakukan perlawanan atau kabur.

Operasi ini sendiri digelar setelah kemarin pagi, Polres MM mendapatkan laporan warga adanya aktivitas illegal logging di HPT Air Manjuto. Tak menunggu lagi, tim Polres MM menggunakan sepeda motor dan truk langsung bergerak ke Air Manjuto. Setalah 2 jam menempuh perjalanan dengan kendaraan akhirnya tim tiba di lokasi HPT Air Manjuto. Kemudian tim melanjutkan perjalanan, berjalan kaki menyusuri jalan setepat menuju hutan yang licin dan basah.
Benar saja, mendekati register 62 Sei Kiang HPT Air Manjuto terdengar raungan suara chainsaw yang sedang memotong kayu di tengah hutan itu. Tim langsung mengepung lokasi itu. Pengerebekkan kemudian berlangsung. Lima tsk yang tengah asyik menggesek kayu dengan 2 mesin chainsaw ditangkap langsung digiring ke mobil untuk dibawa ke Mapolres Mukomuko.
Polisi juga harus kerja keras dibantu beberapa warga memindahkan kayu hasil tangkapan, dengan cara dipikul keluar dari HPT ke jalan tempat di parkirnya truk polisi. Selanjutnya kayu bersama tsk dan barang bukti diangkut ke Mapolres Mukomuko.

Untuk menuju ke lokasi HPT Air Manjuto Sei Kiang ternyata tidak sulit, sudah ada jalan berkoral milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT MMAS. Bahkan jalannya itu berada di pinggir HPT. Ini pula yang memudahkan akses pelaku illegal longing mengangkut hasil jarahannya.  Di samping HPT itu sudah ada kebun sawit yangg umur tanamannya sudah hampir mencapai 2 tahun.
Kapolres Mukomuko AKBP Wisnu Widarto,SIk melalui Kasat Reskrim Iptu Douglas Mahendra Jaya, SH, SIK mengatakan, kelima tersangka diancam dengan Undang-Undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Sebagaimana pasal 82 ayat 1 huruf a UU tersebut, setiap orang yang melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan tanpa izin diancam pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.(RB - 26/10/13)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More