Resah Pukat Harimau

MUKO MUKO - Walau sudah ada 1 kapal yang diduga menggunakan trawl di tangkap di Muko-muko dan diamankan ke pulau baai Bengkulu, tetap saja perairan di Muko-muko ditemukan kapal nelayan modern menggunakan pukat harimau itu sendiri. Kondisi ini demikian sangat meresahkan nelayan tradisional karena hasil tanggkapan mereka jauh menurun. Keberadaan pukat harimau itu telah merusak terumbu karang dan mematikan ikan-ikan kecil, yang tentu akan membuat nelayan kecil di masa mendatang semakin menderita. " Tak hanya terumbu karang, pukat harimau juga merusak rumpon yang dipasang nelayan,"kata Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Muko-muko Sukimin, SP.

Dikatakan, saat ini kendala DKP melakukan razia rutin adalah tidak adanya kapal patroli. DKP selau mengusulkan pengadaan kapal patroli. Nilainya 1 unit melebihi Rp.1 miliar. Memiliki kapal patroli itu juga syarat dengan pengeluaran untuk perawatan dan BBM. Saat ini DKP selalu berkoordinasi dengan Polres Muko-muko yang memiliki kapal patroli di unit polisi airnya. "Kita menggunakan kapal patroli itu saja,"katanya.(RB - 8/10/13)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More