Wabup Minta Dishutbun Pelajari Carbon Credit

KEPAHIANG - Wabup Kepahiang, Bambang Sugianto, SH, MH memerintahkan Dishutbun untuk memepelajari aturan main pengelolaan dan pengucuran dana carbon credit PLTA Musi Ujan Mas. Sebab selama ini PLTA Musi tidak pernah mengkoordinasikannya dengan Pemda Kepahiang.

" Sekarang ini kita belum tahu bagaimana pola penghitungan volume dan pola pencairan dana carbon credit itu, serta mekanisme pengelolaan dana itu. Setelah kita tahu dasar hukumnya, baru kita bentuk tim untuk melakukan investigasi dan mempertanyakannya ke PLN Palembang. Karena PLTA Musi Ujan Mas merupakan bagian dari PLN Palembang," tutur Wabup. Sebelumnya, Kabid Keamanan dan Pembinaan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kepahiang, Edi Junaidi mengaku siap melakukan pengumpulan data terkait carbon credit yang ditangani PLTA Musi Ujan Mas.

" Saya baru tahu sekarang ini jika ada dana kompensasi karbon yang dikucurkan negara-negara industry kepada negara pemilik hutan yang dapat mereduksi CO2 yang mencemari udara itu seperti yang ditangani PLTA Musi Ujan Mas. Sebab, selama ini Dishutbun tidak pernah diberi tahu tentang proyek carbon cerdit itu,"Kata Edi Junaidi.

Dijelaskan berdasarkan Peraturan Menhut RI No P.36/Menhut-II/2009 tanggal 22 Mei 2009, pemerintah daerah dan masyarakat disekitar hutan di kawasan PLTA Musi harus mendapat bagian 70 persen dari dana yang masuk. Rinciannya, 50 persen untuk pemerintah daerah, 20 persen untuk masyarakat. Sedangkan pihak pengembang mendapat bagian 30 persen saja.

Ketika dikonfirmasikan, Manager Keuangan, Adm dan SDM PLTA Musi, Anis Rustam, mengaku tidak tahu menahu soal kucuran dana isentif carbon credit tersebut, Diakui Anis Rustam, menjelaskan periode 2010-2013 total carbon credit terverivikasi sebesar 1.700.000 ton CO2. "Pelaksanaan verifikasi carbon credit PLTA Musi itu akan dilaksanakan auditor independen dari luar negeri, Bulan Juni 2013 lalu," jelas Anis Rustam didampingi Asep Saepudin yang menangani carbon credit PLTA Musi. (RB- 4/10/13)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More