Bos Pembalak HPT Air Manjunto Dibui

BENGKULU - Operasi Wanalaga Nala 2013 yang di gelar Polda Bengkulu dan jajarannya yang sasarannya pelaku illegal logging hingga kini masih berlangsung. Kemarin (8/11) sekitar pukul 05.10 WIB giliran Polres Bengkulu Selatan menuai hasil. Sebanyak 5,5 m3 kayu jnis campuran yang disinyalir illegal dan berasal dari hutan lindung (HL) diamankan.

Kayu itu sudah diolah berbentuk balok sebanyak 51 batang dan papan sejumlah 125 keping ukuran 4 meter, ditemukan di pinggir Desa Pagar Gading Kecamatan Pino Raya dan diduga milik warga setempat berinisial GI.

Sementara Polres Mukomuko berhasil menangkap 1 tersangka tak lain pria tersebut adalah bos dari 5 pembalak liar lainnya berinisial Mn warga desa Pondok Tengah Kecamatan V Koto. Mn ditangkap di Desa Sendang, Kecamatan Silaut Pesisir Selatan Sumatera Barat.

Menariknya, Mn ternyata sehari-hari merupakan honorer di kecamatan V Koto Kabupaten Mukomuko, Mn disangkakan sebagai bos sekaligus orang yang telah menyuruh 5 tersangka lainnya untuk mencari kayu di HPT Air Manjunto. Bahkan satu dari dua mesin pemotong kayu yang berhasil diamankan polisi sewaktu menangkap 5 pembalak liar tersebut  merupakan milik Mn.

Atas buki-bukti yang didapati polisi, Mn di jerat pasal 94 ayat 1 huruf a dan c Undang-Undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan hukuman penjara paling singkat 8 tahun dan paling lama 15 tahun. "Dia juga membayar denda paling sedikit 10 miliar dan paling banyak 100 miliar,"kata Kapolres Mukomuko AKBP Wisnu Widarto, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Doglas Mahendrajaya, SH, SIK.

Kapolres BS, AKBP Abdul Muis, S.IK, melalui Kabag Ops AKP Sugeng Priyanto didampingi Ps Kasi Humas Bripka Sudarminto menjelaskan, diamankannya 5,5 kubik kayu dari desa Pagar Gading itu masih di kembangkan pihaknya. "Tangkapan kayu yang diduga illegal tersebut atas laporan warga. Kayu-kayu tersebut ditemukan sudah menumpuk dan saat anggota datang, terlihat ada 4 orang. Tetapi sebelum berhasil ditangkap mereka sudah kabur duluan, ada berbagai macam jenis kayu dalam tumpukan tersebut," jelas Sudarminto. (RB - 9/11/13)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More