Izin Dua Pabrik Kelapa Sawit Terancam Dicabut

MUKOMUKO - Dua pabrik kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko yakni PT MIL dan PT KSM terancam akan dicabut izin usahanya. Apa pasal? Lantaran kedua perusahaan tidak memberikan beragam laporan yang bidang Perkebunan Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Mukomuko dala melakukan penilaian terhadap perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit.

Kabid Perkebunan Budi Yanto, S.Hut mengatakan dua perusahaan itu terancam diletakkan dalam kelas terendah dalam penilaian usaha perkebunan. Kelas terendah itu adalah kelas 5, sanksi bagi perusahaan yang berada di kelas terendah itu adalah direkomendasikan dicabut izin usahanya oleh pemerintah daerah. "Mereka tidak memasukkan beragam data yang dibutuhkan,"kata Budi Yanto.

Data yang tidak dimasukkan itu adalah data jumlah cooperate social responbility (CSR) atau bantuan perusahaan pada desa penyangganya. Data izin pengelolaan limbah, data jumlah karyawan dan data keselamatan kerja dan kesehatan karyawan.

 "Sebuah perusahaan haus melakukan CSR yang tercatat dan terukur sesuai dengan ketentuan yang ada dan dalam bergeraknya perusahaan harus memiliki beragam perizinan yang ada. Kita sudah beberapa kali meminta perusahaan itu memasukkan data tentang penilaian usaha perkebunan dan pabrik kelapa sawit itu. Namun hingga hampir kegiatan penilaian itu selesai mereka tidak memasukkannya,"jelasnya.

Selain ancaman hukuman rekomendasi pencabutan izin usaha, ancaman besar lagi jika dua perusahaan itu dimasukkan ke dalam kelas 5 tidak bisanya mengurusi ISPO ( Indonesia Suistainable Palm Oil ). Jika tidak mengantongi ISPO maka kualitas Crude Pal Oil atau minyak mentah kelapa sawit yang dihasilkan oleh perusahaan tidak terjamin kualitas dan kuantitasnya. Sehingga CPO mereka tidak laku di pasaran. (RB - 2/11/13)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More