Konflik TNKS, Warga ngaku siap "Tempur"

TUBEI - Sebanyak 9 orang perwkilan Kepala Keluarga (KK) yang mengelola lahan kebun di wilayah Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) wilayah Kecamatan Pinang Belapis, senin (18/11) sekitar pukul 14.30 wib mendatangi DPRD Lebong. Kedatangan perwakilan KK tersebut dalam rangka mengadukan nasib mereka terkait lahan TNKS yang sampai saat ini menjadi mata pencaharian sehari-hari dan sudah turun temurun dari nenek moyang mereka.

"Kami sudah ada sejak tahun 60-an menempati dan mengelola hutan di Desa Tambang Sawah Kecamatan Pinang Blapis. Sedangkan TNKS sendiri ditetapkan tahun 90-an. Sekarang malah kami di usir dari sana,"kata Rusta (61) warga Desa Tambang Sawah.

Wando (32) warga Kelurahan Amen Kecamatan Amen beserta pihaknya mengumpulkan tanda tangan penolakan dari 100 KK yang mengelola lahan yang dikatakan masuk dalam TNKS tersebut. "Kalau pihak TNKS tetap memaksa dan mengusir kami dari lahan perkebunan kita siap 'tempur' alias melawan. Makanya kedatangan kami ke dewan ini juga untk meminta hak-hak kami diperjuangkan dan lahan yang kami kelola dikembalikan lagi menjadi lahan marga, bukan wilayah TNKS,"imbuh Wando.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Ketua DPRD Lebong Azman May Dolan berjanji akan menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang sudah disampaikan kepada mereka. "Kita akan segera berkoordinasi dengan pihak Pemda dan TNKS. Jangan sampai masalah ini akan menimbulkan dampak yang negatif. Kita berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan kepala dingin,"ujar Dolan. (RB - 19/11/13)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More