Warga Bentak Petugas TNKS saat Hearing di DPRD

TUBEI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebong sekitar pukul 15.30 WIB, menggelar hearing lanjutan bersama Taman Nasiona Kerinci Sebelat (TNKS) dengan perwakilan Kepala Keluarga (KK) yang mengelola lahan wilayah TNKS di Kecamatan Pinang Belapis. Hearing ini sempat nyaris berujung ricuh lantaran warga emosi dengan petugas TNKS. (19/11)

Hearing tersebut dipimpin Ketua DPRD Lebong Azman May Dolan, didampingi beberapa anggota dewan lainnya. Serta dihadiri Kepala Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Bambang ASB, S.Sos, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Zamhari Bahrun, SH, MH, Camat Pinang  Belapis Rahmandani,S.Sos dan pengelola lahan TNKS TNKS wilayah Lebong.

Hearing kemarin sempat membuat perwakilan warga terpancing emosi, lantaran petugas dari TNKS mengatakan kalau surat izin berladang yang dikeluarkan Ketua Marga (jabatan setingkat bupati) tahun 1960, dinilai ada kejanggalan. Pasalnya salinan surat tersebut terlihat seperti diketik dengan komputer. Sehingga perwakilan warga langsung bereaksi dan sempat terlihat emosi sembari membentak. Untung saja kemarahan warga di redam Ketua DPRD Lebong dan anggotanya yang menengahi jalannya hearing,

"Bagaimana kami bisa terima, kami dipaksa untuk diusir dari ladang dan kebun yang sudah kami kelola secara turun temurun. Bahkan itu adalah satu-satunya mata pencaharian kami dari dulu sampai saat ini,"kata Wando (32)

Perwakilan TNKS yang hadir dalam hearing, Yaskun, mengatakan mereka hanya menjlankan tugas sebagai berdasarkan hasil pemetaan TNKS yang dilakukan pemerintah. Selain itu, lanjut Yaskun, soal tembakan peringatan yang dilakukan petugas mereka saat penertiban tidak ada maksud lain, apalagi kalau tembakan tersebut dinilai untuk menakut-nakuti warga yang berkebun.

Sementara itu, Ketua DPRD Lebong Azman May Dolan yang memimpin jalannya hearing berharap tidak muncul asumsi untuk menyalahkan. "Masyarakat wajar-wajar saja memperjuangkan hajat hidup mereka yang sudah turun-temurun. Makanya harapan kita dari hearing ini bisa didapat solusi. Tetapi paling tidak setelah hearing ini bisa ada koordinasi lanjutan guna mencarikan solusi bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di lahan TNKS tersebut,"jelas Azman. (RB - 20/11/13)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More