Masyarakat datangi polda tolak tambang batubara

Puluhan orang warga Desa Margabakti, Kecamatan
Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, mendatangai Markas Polda Bengkulu
menyampaikan penolakan terhadap aktivitas pertambangan batu bara yang
dikelola koperasi kepolisian setempat.

"Kami menyampaikan penolakan dan kronologi kehadiran tambang batu bara
yang akan dikelola koperasi kepolisian, kami menolak tambang di wilayah
kami," kata Edy, salah seorang perwakilan warga, Senin.

Ia mengatakan, pertambangan batu bara yang dikelola koperasi primer
koperasi polisi (Primokoppol) tersebut mulai meresahkan warga.

Sebab, aktivitas pertambangan itu belum punya izin dari pemerintah
daerah dan calon lahan yang akan dikeruk berada di sekitar kebun warga.

"Saat kami pertanyakan ke Dinas Energi Sumber Daya Mineral Bengkulu
Utara, pertambangan itu belum ada izin," ujarnya.

Sementara saat ini sudah dilakukan pembukaan jalan menuju lokasi
pertambangan, sehingga meresahkan warga.

Selain itu, masyarakat juga melaporkan penggusuran lahan yang memiliki
surat menyurat sah untuk aktivitas tambang.

"Padahal kami sudah diminta untuk pertemuan tiga kali dengan pihak
Primkopal dan warga tetap menolak tambang," ujarnya.

Penolakan petani kata dia bercermin dari kondisi Desa Gunungpayung yang
mendapat polusi tambang batu bara, bahkan sulit mendapat air bersih.

Perwakilan petani juga menyerahkan foto-foto lahan yang digusur oleh
oknum yang mengatasnamakan Primkopal.

Edy mengatakan, petani juga kecewa sebab tidak dapat bertemu dengan
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Tatang Soemantri, sehingga warga hanya
bertemu Kasubdit Intelkam Polda yang berjanji akan melakukan pengecekan
lapangan. (Antara)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More