Kerusakan TNKS Diduga Kian Parah

Penarik -  Aktivis dukungan dari LSM Genesis Kabupaten Mukomuko, menyebutkan Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) telah dirambah dan dirusak. Dugaan sementara, rusaknya hutan karena praktek ilegal loging, bahkan juga ditemui menjadi kawasan lahan perkebunan warga.

Untuk melakukan penghijauan kembali kawasan hutan, dilakukan penanaman lebih kurang 7.500 batang pohon jenis kayu durian, medang, petai dan bawang.

Tim LSM Genesis melakukan penanaman di kawasan hutan penyangga dan TNKS di SP4 Desa Sindang Mulya, Kecamatan Penarik sebanyak 6000 batang, sementara 1500 batang kayu jenis alpokat, petai dan nangka dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Koordinator LSM Genesis, Barlian, menyebutkan hasil survey tim di kawasan hutan, khusus untuk TNKS di daerah ini tidak perawan lagi, bahkan banyak titik titik bekas perambahan oleh tangan-tangan manusia. Selain ditemukan bekas penebangan pelaku illegal loging juga ada perambah hutan untuk dijadikan lahan perkebunan.

" Sebagai penyimbang rusaknya hutan itu, kita perlu melakukan penghijauan kembali di berbagai kawasan hutan. Untuk tahap ini, kita sedang melakukan penanaman kayu sebanyak 7.500 batang, dan itu dibagikan untuk kawasan TNKS, penyangga serta untuk di tanam di sekitar pemukiman warga," ungkap Barlian.

Barlian menambahkan, kegiatan penanaman kayu dikawasan hutan ini pihaknya juga melibatkan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini setidaknya menumbuhkan kesadaran serta mengajak masyarakat untuk secara bersama-sama menjaga kawasan hutan.

" Banyak hal yang akan muncul jika hutan telah dirusak, bisa saja bencana banjir dan longsor akan terjadi seketika. Dengan adanya kegiatan gemar menanam pohon ini, setidaknya memberi contoh sekaligus mengajak masyarakat secara sadar dalam upaya untuk memelihara hutan. Kegiatan yang seperti ini akan terus berlanjut untuk memperbaikibagian hutan yang telah dirambah," pungkas Barlian. (RADAR - 18/3/14)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More