Kepayang merupakan tanaman Konservasi bernilai Ekonomis

“Durian tak boleh dipanjat, duku dan petai tak boleh tutuh, kepayang tak boleh ditebang”. Pangium Edule Reinw. ex Blume merupakan tumbuhan yang dikenal dengannama Kepayang, Pangi, Picung, Simaung, Kayu Tuba, Hapesong, Kluwek,  atau Kluwek. Kepayang termasuk suku Achariaceae, yang dulunya dimasukkan dalam suku Flacourtiaceae.

Di Sumatera pemanfaatan kepayang dikenal sejak nenek moyang bahkan telah menjadi bagian penting dalam perkembangan budaya, terutama masyarakat di sekitar Taman Nasional Kerinci Sebelat, Mulai Dari Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Kepayang merupakan tanaman sebaguna,  memiliki nilai ekonomi selain konservasi atau disebut jenis tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS). Pohon kepayang  dapat dimanfaatkan buahnya, daun, akar maupun kayunya. Sebagai bahan baku  membuat pengawet ikan, sayuran, bumbu dan minyak sehat. Berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku pestisida organik dan biodisel. 

Berniat memiliki buku tersebut, Silahkan DOWNLOAD percuma di SINI:



Atau dapat menghubungi kami pada alamat yang tersedia pada kontak :

Jln. Kini Balu No. 43  RT. 09/RW. 03
Kel.Kebun Tebeng  Kec Ratu Agung Kota Bengkulu. 
genesis_711@yahoo.co.id / supin.bklu@gmail.com
www.genesisbengkulu.org


0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More