Air Kuro Trip


Pada tanggal 15 Mei 2015 sekitar pukul 11.45 Wib hari tampak mendung,rencana team dari Yayasan Genesis Bengkulu untuk turun ke lapanganpun tetap berlanjut perjalananpun dimulai dari kantor genesis bengkulu walapun mendung mengiringi perjalanan team yang berjumlah 4 orang menuju desa suka baru kecamatan putri hijau kabupaten bengkulu utara para team tetap semangat,dalam perjalanan tiba-tiba ban motor salah satu team pecah sehingga memaksa kami untuk berhenti untuk menggati ban yang baru,sekitar pukul 18,30 WIB team pun sampai ke kedesa suka baru rumah yang kami tuju adalah rumah mas moko yang mana beliau merupakan tokoh masyarakat yang selama ini aktif di berbagai kegiatan dalam upaya penyelamatan lingkungan dan habitat gajah sumatera.dari kejauhan tampaklah sebuah rumah yang cukup sederhana yang disinari oleh cahaya lampu,kamipun memarkir motor didepan rumah tersebut,kelang beberapa saat setelah kami mengucapkan salam keluarlah seorang perempuan dan gadis cilik,lalu sayapun bilang ke anggota tiem itu adalah istri dan anaknya mas moko ternyata pada saat itu mas moko sedang tidak ada dirumah beliau pada saat itu ke rumah bapaknya.sejenak kami istirahat diteras rumah sambil meneguk air miniral dan menghisap beberapa batang rokok,sambil menunggu kepulangan pak moko.selang sekitar 20 menit mas mokopun pulang.

Kamipun masuk kedalam rumah dan menikmati teh hangat yang dibuat oleh istri mas moko,sambil bercengkrama kamipun menyampaikan maksut dan tujuan utama kami datang ke desa suka baru,sebenarnya kami kesini ingin mengetahui secara detail keberadaan dusun air kuro yang selama ini kami dengar itu adalah desanya para perambah yang secara administrasi tidak diakui oleh pemerintah kabupaten bengkulu utara,ucap barlian.maka untuk memastikan hal tersebut kami bersama team sudah merancang rencan ini jauh sebelumnya hingga akhirnya pada saat ini kami sampai disini.dengan santai sambil menghisap rokok mas moko mencoba menjelaskan kepada kami seluk beluk dusun air kuro.

Air kuro pada mulanya  dirintis dan dibuka oleh mantan kepala desa 2 periode di desa suka baru Pak Samni pada tahun 2005 dengan jumlah anggota 11 orang.pada waktu itu keadaan wilayah tersebut masih hutan lebat.alasan beliau pada saat itu adalah adanya pemecahan KK dari desa Suka Baru dan sertifikat transmigrasi yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada tahun 1996 sebanyak 100 persil untuk desa suka maju dan 100 persil untuk desa suka baru yang katanya didalam sertifikat wilayahnya berada di air kuro yang sekarang dikenal dusun IV Air Kuro.hingga dalam rentan waktu dari tahun 2006-2009 masyarakat semakin bertambah banyak dan sekarang sudah mencapai 245 KK yang berpenduduk tetap jika di tambah dengan penduduk luar yang tidak menetap totalnya mencapai lebih kurang 500 KK,mendengar hal tersebut kamipun merasa ingin mengunjungi daerah tersebut keesokan harinya tanggal 16 Mei 2015 sekitar pukul 07.30 kamipun bersiap-siap untuk berangkat ke air kuro namun sebelumnya ada data  yang harus kami dapatkan sebelum masuk ke air kuro yaitu data monografi desa sehingga 2 diantara kami harus mendatangi PJS kades desa suka maju untuk mendapatkan data tersebut.Kamipun berangkat ke rumah PJS Kades yang berada di Dusun 3 desa suka maju.setelah keliling mencari sambil menanyakan ke rumah warga dimana rumah PJS kades karena sebelumnya wilayah yang tidak kami ketahui seluk beluk gang yang begitu banyak,akhirnya kamipun sampai bentung kami datang tepat waktu karena pada saat itu PJS Kades sudah bersiap-siap ingin pergi ke suatu tempat.selanjutnya setelah kami memperkenalkan diri kamipun dipersilahkan masuk,wajah yang terbilang muda bernama Maderois menjabat sebagai sekdes sekaligus PJS Kades Desa Suka Maju hingga tahun 2016 nanti baru akan dilaksanakan Pilkades (pemilihan kepala desa).

Singkat cerita kamipun menyampaikan maksut dan tujuan kami,setelah mendengar penjelasan tersebut tanpa berfikir panjang data yang kami butuhkan tersebut langsung diberikan.setelah data itu kami peroleh kamipun bergegas kembali kerumah mas moko untuk melanjutkan perjalan ke Air Kuro karena sudah ditunggu oleh team lainnya.setelah mempersiapkan kebutuhan untuk perjalanan kamipun sarapan,tanpa ada jeda untuk istirahat sejenak kamipun langsung berangkat menggunakan 4 kendaraan roda 2 masing-masing 2 orang tentunya ada penambahan team dari masyarakat desa suka baru.

Ternyata perjalanan menuju air kuro juga melewati salah satu perusahaan tambang yang kami liat di papan merek atas nama PT.Global Kaltim dengan luas izin 921 Ha yang sudah operasi produksi.melihat medan jalan yang begitu sulit membuat kami harus berhati – hati untuk mencapai tujuan setelah melewati medan yang begitu sulit kamipun sampai ke pinggir sungai yang terlihat dari seberang 2 buah perahu kecil  terpaut dipinggir sungai tersebut,perjalan kamipun tidak hanya sampai disitu ternyata kami harus menyeberangi sungai dengan menaiki sampan kecil tersebut untuk sampai keseberang sungai,untuk menyebrang kami diminta ongkos penyebrangan sebanyak Rp.40.000 motor kami tinggalkan ditempat yang aman.

Dok.Perjalanan Menuju Desa Air Kuro

Dari seberang sungai kami dijemput oleh para pemuda dari masyarakat yang tinggal di air kuro,bukit yang begitu tinggi dengan santai didaki dengan sepeda motor mengantarkan kami sampai disuatu rumah yang cukup sederhana di dusun air kuro.kamipun disambut dengan baik oleh pemilik rumah yang kami ketahui bernama Bambang.

Setelah istirahat sejenak kamipun berbincang singkat dengan masyarakat setempat,Sulaiman selaku Kadus mulai bercerita singkat tentang sejarah singkat dusun air kuro,karena informasi yang kami dapat tersebut belum membuat kami puas teringat pada pesan PJS Kades Suka Maju jika nanti datang ke Air Kuro temui pak Samni karena beliau tau semua dengan sejarah dan latar belakang wilayah tersebut.kamipun meminta agar pak samni di jemput agar datang kerumah pak Bambang,kelang beberapa saat orang yang kami tunggu tersebut datang sepertinya baru pulang dari kebun karena melihat pakain yang ia gunakan kelihatan seperti pulang dari kebun.


Dok.Dusun Air Kuro

Pak Samni juga merupakan orang yang cukup disegani di dusun tersebut,entah apa alasanya.dengan santai Pak Samni mulai becerita dari awal kehadiran mereka di wilayah tersebut.kamipun mendengar dengan serius sambil melontarkan beberapa pertanyaan-pertanyaan singkat kepada beliau.dari cerita belaiu ada hal yang menarik untuk kami bahas yaitu tentang status wilayah. Dari 245 KK masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut belum ada satupun yang memiliki KK dan E-KTP,kamipun bertanya kenapa demikian.awalnya kami disini sudah membuat proposal permohonan agar wilayah dusun air kuro di jadikan desa definitif sekarang ini dusun air kuru masih menginduk pada desa suka maju.permohonan tersebut sudah ditanda tangani oleh Gubernur Waktu itu Agusrin Najamudin namun hingga ke kementrian kehutanan masa Zulkipli Hasan usaha tersebut mentok belum mendapatkan rekomendasi karena alasan wilayah tersebut berstatus HPT.

Sehingga sampai pada saat ini kami disini belum ada yang memiliki KK dan E-KTP,sementara anak kami ada yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan itu menjadi salah satu kendala besarnya.walapun demikian di dusun ini setiap kali ada pemilu baik itu pemilihan legislatif maupun kepala daerah dan kepala negara kami selalu diikut sertakan untuk mencoblos itukan aneh cetusnya.lalu kenapa kami ingin membuat KK dan E-KTP selalu ditolak oleh pemerintah daerah sementara hak suara kami diakui pada masa tertentu.sehingga timbul pertanyaan bagi kami kenapa kalau investor jika mengurus sesuatu hal sangat cepat di tanggapi oleh pemerintah daerah sementara kami sulitnya mintak ampun,bisa jadi wilayah yang kami tempati sekarang ini juga akan dijadikan tambang dan perkebunan oleh pemerintah daerah.

Haripun semakin sore dan kami memutuskan untuk kembali ke desa suka baru.dalam perjalanan kami menyempatkan untuk berhenti pada sebuah perusahaan pertambangan PT Global Kaltim,sambil photo-photo pada bekas lubang galian yang sudah menjadi danau tanpa dilakukan reklamasi,bekas galian yang dengan kedalaman 90-120 M itu kerap dikunjungi oleh pemuda dan pemudi untuk photo bersama teman,pacar maupun keluarga yang katanya pemandangannya sangat bagus tampa mereka sadari bahwa lubang-lubang tersebut menjadi ancaman besar untuk wilayah mereka jika tidak segera di reklamasi.

Dok.PT Global Kaltim

kamipun memutuskan untuk kembali ke rumah mas moko untuk bersitirahat karena esok hari kami harus melanjutkan perjalanan pulang ke Kota Bengkulu.


0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More