Siapa Gembong Sawit Bengkulu

Cumakita.COM: Gembong sawit merupakan istilah yang tepat bagi pemilik terbesar perusahaan sawit yang ada di suatu wilayah. Menjadi penguasa perkebunan sawit adalah impian semua pemilik perkebunan sawit. Provinsi Bengkulu menjadi salah satu target pembukaan serta perluasan perkebunan sawit. Hampir di sembilan kabupaten di Provinsi Bengkulu dikuasai oleh perkebunan skala besar.


Dari waktu ke waktu perluasan wilayah konsesi perkebunan semakin luas. Pemilik berlomba-lomba untuk memperbanyak jumlah luasan HGU dari tanah-tanah yang tersisa. Alhasil, Areal Peruntukan Lain (APL) habis, kawasan hutan diintip-intip. Bahkan tanpa harus memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan, kawasan dibersihkan (land clearing), kemudian ditanami lah dengan sawit. Perambahan pun terjadi.

Selain dari itu memperluas luasan tanam dengan sistem kemitraan juga menjadi tren saat ini. Sistem plasma yang dikemas dengan program Kebun Kas Desa (KKS), Kebun Masyarakat Desa (KMD), dan sistem plasma pribadi kepada masyarakat. Sehingga wajar saja perkebunan sawit yang ada saat ini semakin meluas. Tanpa perlu repot mengurus HGU, sistem kemitraan dengan pola plasma seperti ini pun di jalankan.

Menurut data yang dimiliki oleh yayasan Genesis Bengkulu ada sekitar 219.693 Ha perkebunan kelapa sawit yang mengepung Provinsi Bengkulu. 219.693 Ha itu berdasarkan data HGU yang ada, belum termasuk data luasan dengan sistem plasma atau luasan perkebunan yang masuk dalam kawasan hutan.

Provinsi Bengkulu di tunggangi oleh 24 perkebunan sawit skala besar. Luasan nya beragam. Mulai dari yang hanya ratusan hektar hingga puluhan ribu hektar. Dari data HGU yang dimiliki (yayasan Genesis Bengkulu) lima Perusahaan yang memiliki jumlah luasan HGU yang tebesar adalah PT. Agromuko (28.615 Ha), PT. Daria Dharma Pratama (13.920 Ha), PT. Alno (13.283 Ha), PT. Agri Andalas (10.677 Ha), dan PT. Mas Marandika (10.000 Ha).

Dari data tersebut dapat kita ketahui bahwa PT. Agromuko memiliki luasan HGU terbesar di Provinsi Bengkulu. Dengan total HGU seluas 28.615 Ha yang tersebar hampir diseluruh wilayah di Kabupaten Mukomuko. Dari sembilan izin HGU yang dimiliki, masa waktu habisnya HGU terlama adalah di tahun 2028. Seperti yang kita ketahui bahwa PT. Agromuko merupakan anak dari SIPEF Group. Selain luasan HGU yang tercatat, anak dari SIPEF Group ini memiliki luasan sekitar 1000 Ha yang berpola kemitraan dengan sistem plasma.

Bukan hanya perkebunan yang luas, PT. Agromuko juga memiliki dua buah pabrik CPO. Satu CPO terletak di dusun Baru, Kecamatan Air Dikit, dan yang satu nya lagi berada di Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya dengan kapasitas 30 dan 60 ton per jam nya. Terdapat tiga belas pabrik CPO yang telah berproduksi di Provinsi Bengkulu, namun hanya Agromuko lah yang memiliki dua buah pabrik CPO.

Jika di persentase kan PT. Agromuko menguasai 13% dari luasan HGU 24 Perusahaan yang ada di provinsi Bengkulu. Persentase itu diluar plasma kemitraan yang dilakukan dengan masyarakat. Mencoba melihat ruang wilayah yang lebih besar lagi, PT. Agromuko menguasai 1,4% luasan wilayah provinsi Bengkulu.

Ke 24 perusahaan perkebunan tersebut tidak serta merta mengelolah sendiri hasil sawitnya. Mereka juga menjadi suplier dari grup-grup yang lebih besar lainnya. Dari 24 perusahaan yang ada di Provinsi Bengkulu, 18 perusahaan diantaranya adalah suplier dari perusahaan Wilmar Group. Termasuk PT. Agromuko. [US]


0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More