Sungai Diambang Kehancuran, Kami Terancam Bencana

Sungai merupakan sumber penghidupan bagi rakyat, maka kelestariannya menjadi penentu keberlanjutan kehidupan rakyat.
Provinsi Bengkulu memiliki 130 sungai serta anak sungai dengan panjang rata-rata 47,6 Km. Sungai-sungai ini secara umum bermuara ke samudera Indonesia dengan topografi yang berbukit-bukit dan terjal.
Sungai-sungai yang relatif pendek namun memiliki aliran yang cukup deras dan berjeram ini digunakan sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian, sumber air minum, sumber kebutuhan domestik, serta sumber pembangkit listrik tenaga air oleh masyarakat Bengkulu.
Saat ini sungai-sungai tersebut berada diambang kehancuran. 130 sungai dan anak sungai menyimpan bom waktu dan kami rakyat , terancam. Kehancuran ini dihasilkan oleh ulah-ulah sengaja pihak yang tidak bertanggung jawab.
Banyak bentuk kejahatan lingkungan yang menjadi penyebab kerusakan sungai. Mulai dari aktivitas pertambangan, limbah cpo kelapa sawit serta pengerusakan hutan.
Aktivitas Pertambangan
Aktivitas pertambangan sangat erat kaitannya dengan kejahatan lingkungan. Kawasan penyangga kehidupan komunitas dengan fungsi sebagai daerah tangkapan air (chatment area) serta tata air sungai kian hari kian rusak. Kerusakan itu salah satunya dikarenakan oleh aktivitas pertambangan.
Menurut pemandangan Genesis setidaknya ada tiga sungai besar yang tercemar akibat aktivitas pertambangan. Sungai tersebut adalah sungai Bengkulu, Sungai Ketahun, dan Sungai Air Seblat. Ketercemaran sungai ini dilihat melalui pendekatan wilayah konsesi pertambangan yang berada di aliran sungai ataupun hulu sungai.
Air merupakan sarana terpenting dalam aktivitas pertambangan, salah satunya adalah untuk pencucian biji batu bara. Biji batu bara mengandung zat terlarut yang berbahaya seperti arsenic, selenium, mangan, alumunium, seng, nikel dan masih banyak lagi jenis zat racun lainnya. Zat-zat beracun ini akan membawa dampak kerusakan pada organ tubuh secara berkelanjutan jika terus di gunakan.
Pabrik CPO
Selain aktivitas pertambangan, sumbangsih pabrik CPO di Bengkulu juga menyumbang kerusakan terbesar bagi sungai di Bengkulu. Dengan menggunakan pendekatan posisi, dari 27 pabrik cpo yang ada di provinsi Bengkulu (data diolah dari berbagai sumber) setidaknya ada 9 pabrik cpo yang berada disekitaran sungai dan terindikasi merusak dengan mengalirkan limbahnya langsung ke sungai.
Menurut data yang dilansir dari Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, rata-rata kapasitas pengelolahan limbah pabrik cpo adalah 30-60 ton/jam dengan waktu kerja 10 jam setiap harinya. Maka dengan kata lain dalam satu hari terdapat 300-600 limbah kelapa sawit yang dihasilkan.
Menurut hasil investigasi yang dilakukan oleh Yayasan Genesis Bengkulu, dari 27 unit pabrik cpo tersebut lebih dominan tidak memiliki lobang penampungan limbah. Barlian, ketua yayasan Genesis Bengkulu mengatakan “Sebagian saja pabrik cpo yang memiliki lobang penampungan limbah, namun sebagian banyak lagi tidak punya”. Dengan suara yang cukup tinggi dia menambahkan walaupun sebagian pabrik cpo itu memiliki kolam penampungan, namun kolam itu tidak layak. Kapasitas tampungan tidak seimbang dengan limbah yang diproduksi pabrik setiap harinya.
Menurut Yayasan Genesis Bengkulu sembilan sungai yang terindikasi tercemar dengan pendekatan posisi pabrik dengan sungai serta laporan yang diterima dari rakyat adalah sungai Serik (limbah PT.SSJA), sungai Betung (limbah PT. Agromuko), sungai Air Brau (limbah PT. DDP), Sungai Pisang (limbah PT.DDP), Sungai Air Senaba (limbah PT. Agresinal), sungai ketahun, sungai Selali, sungai Sulau Kiri, dan sungai, dan sungai Kukun (limbah PT. Karya Sawitindo Mas).
Material Batuan dan Potongan Kayu
Selain ancaman aktivitas pertambangan dan limbah pabrik cpo, ancaman material batuan serta potongan kayu besar atau tumbang pun turut menghantui. Sungai-sungai besar yang debit airnya semakin berkurang bahkan ada yang kering menyimpan material bebatuan yang ketika banjir bandang dapat terhanyut hingga ke hilir. Aktivitas perambahan didalam kawasan hutan juga meninggalkan material sisa kayu, ataupun kayu yang tumbang juga kapan pun siap terhanyut ketika banjir bandang terjadi.
IMG_1062Kerusakan sungai menjadi awal dari rusaknya kehidupan makhluk hidup, karena sungai merupakan sumber penghidupan rakyat serta makhluk hidup lainnya.

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More