Pelanggarn Boikot PDAM



Pelanggarn Boikot PDAM
BENGKULU – Keruhnya air yang didistribusikan PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu, membuat para pelanggan semakin geram. Terutama di tiga kecamatan yang diairi dari Instalasi Kelurahan Surabaya, yakni Kecamatan Sungai Serut, Muara Bangkahulu dan Teluk Segara.
Banyak keluhan dari masyarakat pelaggan PDAM ungkap  Budianto (32) warga Kelurahan Rawa Makmur Permai RT 13 ini. “Buat apa kami bayar mahal. Kalau air kami tidak bisa digunakan, dan pelayan PDAM juga tidak professional ujarnya.
Hal seumpama juga di sampaikan Rianto (37) warga Kelurahan Kampung Bali RT 2. Ia menyesalkan air yang didistribusikan PDAM semakin keruh hingga dua pekan terakhir ini. Mirisnya, belum ada solusi terbaik dari manajemen PDAM maupun Pemerintah Kota.
 Terpisah Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Mardensi, SAg mengatakan, pihaknya terus mengawasi polemik kekeruhan air baku PDAM. Wakil rakyat ini secepatnya akan berkoordinasi dengan Pemda Provinsi berkaitan soal limbah batu bara dan limbah pabrik yang diduga melakukan pencemaran terhadap aliran sungai.
Merujuk hasil penelitian Walhi, di Sungai Air Bengkulu ditemukan kandungan logam berat yang didominasi oleh jenis Arsenik (AS), Talium (Ti) Timbal/timah hitam (Pb) serta jenis logam lainnya. Termasuk mengandung zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia jika airnya dikonsumsi. Limbah tersebut mengandung belerang ( b), Merkuri (Hg), Asam Slarida (Hcn), Mangan Asam sulfat (H2sO4), dan Pb.
Data PDAM, sudah meningkat menjadi 5.600 NTU (Nephelometric Turbidity Unit), dari sebelumnya 5.000 NTU. Padahal normalnya agar dapat dikelola dengan baik, tingkat kekeruhan air baku tidak melebihi ambang batas, 1.000 NTU. Aakibat kekeruhan air baku yang selalu keruh yang diklaim PDAM, mengakibatkan biaya produksi selalu besar Rp 200 juta per bulan.
Sementara itu Direktur PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu, H. Sjobirin Hasan, SE, M.BA tidak menampik akibat kekeruhan air baku PDAM yang terjadi selama ini berdampak pada pelanggan yang tidak membayar tagihan. Termasuk ada pelanggan beralih ke sumur bor.
  Oleh sebab itu pihaknya berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah dalam menuntaskan polemik air baku PDAM yang keruh dan kotor tersebut. “Seperti yang pernah saya sampaikan dampak itu pasti akan terjadi. Jalan satu-satunya untuk menuntaskan persoalan itu secara bijak ialah pemerintah daerah harus mengatasi persoalan air Sungai Bengkulu akibat pencemaran itu secepatnya,” kata Sjobirin Hasan.
                                         Rabu 17 februari 2016 (harian rakyat Bengkulu)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More