Warga: Penebangan liar masih marak di TNKS



Warga: Penebangan liar masih marak di TNKS
Kamis, 31 Maret 2016 15:51 WIB
Bengkulu - Warga Desa Sungai Ipuh, Bengkulu masih menemukan aktivitas penebangan liar atau "illegal logging" di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Tim monitoring kawasan hutan penyangga dan TNKS wilayah Mukomuko, Azwir usai menggelar patroli selama enam hari mengatakan aktivitas penebangan liar untuk mengambil kayu berkelas masih terjadi di taman nasional itu.

"Kami menemukan delapan lokasi penebangan dan mengidentifikasi tiga kelompok penebang liar," ungkap Azwir di Bengkulu, Kamis.


Menurut Azwir ketidaktegasan aparat penegak hukum dalam mengatasi penebangan liar di dalam hutan negara itu membuat aktivitas pencurian kayu terus terjadi.

Bahkan para pelaku penebangan liar membangun pondok di dalam kawasan hutan. Dengan kata lain, aktivitas tersebut dilakukan secara rutin, tanpa penertiban dari pemangku kawasan.

"Kami menemukan dua pondok permanen di dalam kawasan hutan yang menandakan kegiatan mereka berlangsung lama dan tidak ada penertiban," tuturnya, menerangkan.

Hutan TNKS memiliki luas 1,3 juta hektare yang tersebar di empat wilayah provinsi yakni Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data Balai Besar TNKS, terdapat 4.000 jenis tumbuhan di hutan tersebut dengan berbagai jenis tumbuhan langka dan endemik antara lain pinus kerinci (Pinus merkusii strain Kerinci), kayu pacat (Harpulia alborea), bunga raflesia (Rafflesia arnoldi dan R. hasseltii), dan bunga bangkai (Amorphophallus titanum).

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More