Aparat Tak Tegas Dengan Perambah TWA, Warga Siap Bertindak



Aparat Tak Tegas Dengan Perambah TWA, Warga Siap Bertindak
selasa 19 april 2016
Kepahiang– Aparat penegak hukum dinilai warga tak tegas untuk menindak oknum-oknum yang diduga terlibat dalam perambahan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba wilayah Kabupaten Kepahiang  yang dimulai sejak tahun 2012 lalu. Ini terlihat dengan masih berlangsungnya aktifitas perambahan sampai saat ini


“Aktifitas perambah masih saja terlihat di TWA. Itu bisa saja disebabkan oleh kurang tegasnya aparat penegak hukum dalam menyikapi dugaan perambahan kawasan, yang dapat mengancam kelestarian TWA,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Keban Agung, Usman pada Selasa (19/4/2016).

Ditambahkan, kesabaran warga atas aktifitas perambahan kawasan TWA dengan perambah yang sebagian besarnya merupakan warga pendatang, sudah diambang batas.
“Kesabaran kami terus diuji dengan aktifitas yang merugikan itu. Jika aktifitas itu tidak juga dihentikan dan juga tidak penegakkan hukum yang tegas, maka besar kemungkinan kami akan menentukan sikap sendiri,” ancam Usman.
Sementara, Piperi yang juga merupakan warga Kelurahan Keban Agung, menilai pernyataan Usman tentang kesabaran warga Keban Agung dan sekitarnya terkait masalah ini sudah diambang batas sebagai hal yang wajar.
“Itu tidak lepas dari dampak perambahan terhadap wilayah Kelurahan Keban Agung yang mana sudah menjadi langganan banjir,” ungkapnya.
 
Kondisi TWA Bukit Kaba di Kepahiang 

(Kupas Bengkulu)
 

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More