Kayu Diduga dari HL




ARGA MAKMUR – Meski memiliki surat legalitas pengangkutan yang dikeluarkan Dishutbun Provinsi Bengkulu, namun muncul dugaan 18,2 kubik kayu jenis meranti merah yang diamankan TNI Kodim 0423 BU berasal dari wilayah Hutan Lindung (HL).
Surat yang ditunjukkan Edison pada personel TNI saat diamankan hanya surat izin angkut. Sedangkan mereka tidak memiliki surat asal kayu yang menjelaskan lokasi penebangan dan izin penebangan pohon tersebut.
Dandim 0423 BU Letkol. Czi. Saiful, SE melalui Pasi Intel Lettu. Inf. Azuar mengaku curiga mengenai asal usul kayu lantaran tidak ada surat legal yang menjelaskan. Sedangkan, kayu jenis meranti merah sangat jarang ada di lahan hak atau lahan perkebunan masyarakat.
“Meranti bisa dikatakn tidak ada di wilayah kebun, biasanya wilayah hutan. Tapi tidak ada surat yang menjelaskan dari hutan mana kayu itu diambil dan surat legalitas penebangan juga tidak dimiliki,” terang Azuar.
Kodim 0423 BU resmi menyerahkan 18,2 kubik kayu yang sudah diolah menjadi berbagai ukuran tersebut ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan BU, kemarin (12/4). Hal ini agar ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.         “Kita serahkan ke Polhut untuk menindaklanjutinya. Nantinya kalau memang Dishut kesulitan tentunya akan kita serahkan ke polisi, karena kita tidak bisa menindak,” jelas Azuar.
Sementara itu, Kadis Hutbun Nirzawan, SH, M.Si menegaskan akan menyelidiki lokasi penebangan hutan atau batang meranti merah tersebut. Polhut juga akan mengundang pemilik  kayu untuk dimintai  keterangan. Diketahui, Edison yang ditangkap saat membawa truk ternyata hanya sopir.
“Kita akan panggil pemilik kayu, kita minta tunjukkan dimana lokasi penebangan kayu tersebut. Sejauh ini mereka mengaku kayu dari Sumbar dan diolah di Lubuk Pinang, Mukomuko, tapi itu belum bisa kita pastikan,” beber Nirzawan.

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More