Keracunan Besi Sawah Gagal Panen

Keracunan Besi Sawah Gagal Panen

jum'at 27 mei 2016
UBEI –Dijelaskan Sumiati, ada sekitar 7 hektare sawah yang terindikasi mengalami keracunan zat besi. Hanya saja, dari jumlah tersebut hanya seluas 2,8 hektare yang mati akibat keracunan zat besi. Terkait hasil pengecekan tersebut, BPTP juga sudah memberikan rekomendasi kepada DPKP Lebong.

Diduga penyebabnya keracunan zat besi. Hal ini berdasarkan hasil pengecekan dari Balai Pengkajian Teklnologi Pertanian (BPTP) Provinsi Bengkulu. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Lebong Sumiati, SP kepada RB, kemarin (26/5).

“BPTP Provinsi Bengkulu sudah turun kelapangan dan mengambil sampel air serta lumpur dari sawah. Hasilnya, diketahui jika lahan sawah mengalami keracunan zat besi sehingga mengakibatkan tanaman padi mati,” kata Sumiati.
Diantaranya, pengelolaan tanah jangan dilakukan terlalu dalam, menanam varietas baru yang tahan terhadap zat besi, pemberian amelioran dan bahan organik dan pupuk secara tepat. Selanjutnya penanaman dilakukan secara tanam benih langsung, penundaan tanam minimal 10 hari setelah 10 hari penggenangan sawah dan lainnya.
“Lumpur dan air di wilayah Kecamatan Bingin Kuning sebenarnya juga sudah diambil samplenya oleh BPTP Provinsi Bengkulu. Namun, hasil maupun rekomendasinya belum diserahkan kepada kita. Untuk yang wilayah Kecamatan Lebong Tengah, kita secepatnya melaksanakan rekomendasi dari BPTP tersebut, agar gagal panen tidak terjadi lagi,” demikian Sumiati.,.

(Harian Rakyat Bengkulu)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More