Warga 11 desa galang cap darah tolak tambang Bengkulu Tengah

Warga 11 desa galang cap darah tolak tambang Bengkulu Tengah

Kamis, 14 Juli 2016
Bengkulu  - Seribuan warga dari 11 desa di Kecamatan Merigi Sakti dan Merigi Kelindang Kabupaten Bengkulu Tengah menggalang tanda tangan cap darah sebagai penolakan terhadap aktivitas tambang batu bara di wilayah mereka.

Koordinator aksi, Nurdin saat dihubungi dari Bengkulu, Kamis mengatakan aksi cap berdarah itu akan dikirim ke Presiden Joko Widodo sebagai pernyataan warga bahwa pengrusakan lingkungan masih terjadi di daerah itu.

Penggalangan cap jempol berdarah itu dilakukan warga sejak Rabu (13/7) dan hingga saat ini lebih dari 1.000 orang sudah membubuhkan cap darahnya di kertas yang disiapkan panitia aksi.
Selain menggalang tanda tangan dan cap darah, masyarakat yang bergabung dalam Forum Masyarakat Rejang Gunung Bungkuk juga menggelar pengibaran bendera raksasa berukuran 10 x 20 meter di Desa Durian Lebar.

Penolakan warga terhadap aktivitas PT CBS, perusahaan tambang yang beroperasi dengan sistem bawah tanah atau "under ground" dikarenakan kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan.
Warga kata Nurdin, memberikan batas waktu hingga 20 Juli 2016 bagi pemerintah daerah untuk mencabut izin tambang tersebut. Jika tidak dipenuhi maka cap jempol darah itu akan dikirim ke Presiden Jokowi, sebagai bukti bahwa telah terjadi pengabaian oleh pemerintah daerah terhadap warga yang telah berjuang sampai berdarah-darah menuntut hak atas lingkungan yang baik.

Sementara Direktur Walhi Bengkulu, Beni Ardiansyah mengatakan tuntutan warga atas lingkungan yang baik seharusnya dijamin oleh negara.
"Oleh karena itu negara, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan berkewajiban untuk melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan," katanya.

(Antara Bengkulu)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More