Gubernur : Kesepakatan warga tentukan keberlanjutan PT CBS

Gubernur : Kesepakatan warga tentukan keberlanjutan PT CBS
Selasa 2 agustus 2016
Bengkulu - Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengatakan bahwa kesepakatan antara warga dan pihak perusahaan PT Cipta Buana Seraya di Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi penentu keberlanjutan operasi perusahaan tambang batu bara itu.

"Izin penghentian sementara akan saya cabut kalau sudah ada kesepakatan antara warga dengan pihak perusahaan tambang PT Cipta Buana Seraya," kata Ridwan saat memediasi warga 11 desa dari Kabupaten Bengkulu Tengah dengan manajemen perusahaan PT Cipta Buana Seraya (CBS) di Kantor Gubernur Bengkulu, Senin.

Perwakilan masyarakat dari Forum Rejang Gunung Bungkuk, Nurdin mengatakan kecemasan warga dengan penambangan batu bara dengan sistem bawah tanah dikarenakan operasi "underground" di wilayah Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah sudah menimbulkan longsor.
"Apalagi dalam peta konsesi yang dimiliki PT CBS, seluruh wilayah desa dan kebun kami masuk, jadi wajar kalau masyarakat khawatir," katanya.

Sementara itu Kepala Teknik Tambang PT CBS, Danu Andrianto mengatakan dari 2.500 hektare konsesi peruahaan, hanya delapan hektare yang akan ditambang dengan sistem tertutup.
Saat ini, pihaknya tengah membangun konstruksi terowongan sepanjang 18 meter dari rencana sepanjang 800 meter dan kedalaman pengerukan maksimal 100 meter dengan produksi 10 ribu hingga 15 ribu ton per bulan.
Danu pun menampik kekhawatiran warga terkait longsor dan amblesnya tanah dengan pertimbangan hasil studi geoteknik menyebutkan struktur tanah di wilayah itu memiliki lapisan penutup berupa batu andesit.

(Antara Bengkulu)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More