Polisi Sita 2 Kubik Meranti

Polisi Sita 2 Kubik Meranti
Senin 29 agustus 2016

NAPAL PUTIH – Gaya lama pembalak dan pemilik kayu liar berasal dari hutan lindung (HL) sudah lebih dulu tercium polisi. Pukul 21.00 WIB Sabtu (27/8) malam, polisi mengamankan 2 kubik kayu jenis meranti merah di Sungai Napal Putih.
Kapolres BU AKBP. Andhika Vishnu, S.IK melalui 

Kapolsek Napal Putih Ipda. Todo Rio Tambunan S, SH menuturkan penangkapan berawal saat polisi mendapatkan informasi mengenai adanya kayu ilegal yang akan keluar dengan cara dihanyutkan. Setelah sekian lama menunggu, polisi melihat adanya kayu yang diikat menyerupai rakit hanyut di Sungai Napal Putih. Mendapati temuan itu, polisi menggiring kayu tersebut ke pinggir. “Setelah kita indikasikan kayu tersebut berasal dari hutan, kita amankan dan kita selidiki pemiliknya,” kata Kapolsek.

Modus menghanyutkan kayu ini sudah lama terjadi di wilayah hutan Napal Putih. Untuk  mengeluarkan kayu dari wilayah hutan, pembalak memang mengikat kayu menyerupai rakit dan menghanyutkannya di sungai. Biasanya, pemilik atau pemesan kayu tersebut sudah menunggu di pinggiran sungai.


Musim hujan di bagian hulu yang merupakan kawasan hutan dimanfaatkan pembalak untuk mengeluarkan kayu. Setelah ditebang, pembalak memotong kayu sesuai dengan ukuran dan menghanyutkannya ke aliran sungai.
(Harian Rakyat Bengkulu)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More