BKSDA: Minat lestarikan gajah sumatra tinggi


BKSDA: Minat lestarikan gajah sumatra tinggi
Rabu, 23 November 2016 15:29 WIB



Salah satu aktivitas di Pusat Konservasi Gajah Sumatra (PKG) Seblat di Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.









Bengkulu - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu Abu Bakar mengatakan bahwa minat beberapa pihak untuk melestarikan gajah sumatra (Elephas maximus Sumatranus) cukup tinggi yang ditandai dengan permohonan mendapatkan satwa langka itu.

"Ada banyak lembaga konservasi yang menghubungi kami yang intinya berminat mendapatkan gajah untuk keperluan konservasi," kata Abu Bakar di Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan hal itu terkait aksi sejumlah netizen yang menggalang suara, menolak pemindahan sejumlah gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) di Taman Wisata Alam Seblat ke salah satu lembaga konservasi di Denpasar, Bali. 
"Saya belum mengetahui ada surat dari lembaga konservasi di Bali yang ditujukan ke Kementerian LHK, tapi memang beberapa lembaga sering menghubungi kami, tidak hanya dari Bali tapi juga Lombok dan Jawa Timur," kata dia.
Pada dasarnya kata Abu, pihaknya menyambut baik upaya pihak lain mengkonservasi gajah Sumatera yang tujuannya tentu untuk kesejahteraan satwa yang lebih meningkat.
"Kalau perintah dari Jakarta menyuruh dipindahkan maka kami harus laksanakan, tapi kalau belum ada perintah berarti tetap di Seblat, " ujarnya.
Saat ini tambah dia terdapat 12 ekor gajah binaan di PLG Seblat yang menunjang pariwisata di TWA Seblat sekaligus mendukung patroli pengamanan kawasan hutan dari perambahan.
Sementara sejumlah netizen menggalang suara dengan tagar #stoppemindahangajahseblat dan #tolakpemindahangajahseblat sebagai penolakan terhadap pemindahan gajah Sumatera yang terdapat di PLG Seblat ke lembaga konservasi di luar Sumatera.

(Antara Bengkulu)

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More